Sesar Garsela Pernah Rusak Bangunan Pertamina Kamojang

Sesar Garsela Pernah Rusak Bangunan Pertamina Kamojang

Gempa di Kabupaten Bandung walau terbilang kecil patut diwaspadai. Pasalnya gempa tersebut jadi penanda aktifnya sesar di Jawa Barat.

Wilayah Jawa Barat Berada Dalam Sesar Aktif

Konten.co.id (Bandung) – Sesar atau patahan Garut Selatan (Garsela) menjadi penyebab gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Senin (11/2/2019) siang.

Gempa akibat sesar Garsela bukan yang pertama kali terjadi. Pada 21 Januari 2019, gempa juga melanda wilayah Kabupaten Bandung. Kekuatan gempa sebesar 3 magnitudo.

Walau tidak terlalu besar, gempa itu disebut sebagai penanda aktifnya sesar di Jawa Barat.

Harian Kompas pernah mengulas terkait sesar yang ada di Jawa Barat. Salah satu sesar yang aktif merupakan Garsela.

Kabid Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, menyebut sekalipun kecil, gempa pada akhir Januari menandai aktifnya sesar Garsela.

Pergerakan sesar Garsela juga menyebabkan bangunan dan ruang kontrol Kamojang 4 milik Pertamina Geothermal Energy rusak setelah gempa 3,7 magnitudo pada 18 Juli 2017.

Gempa di bulan Februari ini juga harus menjadi kewaspadaan semua pihak. Apalagi penyebab gempa berasal dari sesar Garsela.

Sesar atau patahan aktif di Jawa Barat.

Peneliti Institut Teknologi Bandung, Irwan Meiliano, meminta kewaspadaan terhadap adanya sesar yang aktif perlu jadi perhatian. Apalagi sesar Garsela selama ini dianggap tidak aktif.

“Secara ilmiah Garsela menarik. Ada sejumlah gempa kecil dan kita baru paham. Dari data kegempaan Garsela ini terbilang aktif,” kata Irwan dikutip dari Media Indonesia, Senin (11/2/2019).

Berdasarkan peta kegempaan terbaru tahun 2017, sesar Garsela masuk di dalamnya. Di wilayah Jawa Barat, terdapat sejumlah sesar yang aktif.

Mulai dari sesar Lembang, Cimandiri, dan Baribis. Hasil analisis BMKG pada gempa yang terjadi di Kabupaten Bandung, menunjukkan kekuatan gempa sebesar 4,1 magnitudo.

Pusat gempa terletak pada koordinat 7,27 LS dan 107,71 BT. Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 17 kiloneter Tenggara Kabupaten Bandung pada kedalaman 10 kilometer.

Dengan memperhatikan lokasi pusat dan kedalaman hiposenter gempa tersebut, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. (FW)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan