Ribut-ribut Dilaporkannya Rocky, Ini Kata Mahfud

Ribut-ribut Dilaporkannya Rocky, Ini Kata Mahfud

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini belum menemukan dalil yang bisa menjerat Rocky Gerung soal Penistaan Agama.

Mahfud Memprediksi Kasus Rocky Akan Hilang Usai Pemilu 2019

Konten.co.id (Jakarta) – Kasus Rocky Gerung yang kini tengah diperiksa di Polda Metro Jaya akan hilang setelah selesai Pemilu 2019 ini. Hal tersebut diungkapkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, beberapa waktu lalu.

Mahfud mengaku, dirinya tidak menemukan dalil apapun terkait penodaan agama yang dituduhkan kepada Rocky.

Ia menilai, ungkapan Rocky yang mengatakan “kitab suci adalah fiksi” pada acara ILC merupakan buah pemikiran dan perspektif Rocky, yang belum ia temukan aspek pidananya.

Mahfud enggan mengomentari kasus Rocky Gerung dari aspek politik.

“Polisi mungkin punya dalilnya, kita tunggu saja pengumumannya. Kalau saya tidak paham dan mungkin (kasus) ini akan mengendap nanti sampai habis pemilu lalu hilang sendiri seperti yang lainnya,” ujar Mahfud di Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat 1 Februari 2019, dilansir laman Tempo.co.

Kendati demikian, Mahfud tidak mau berkomentar apakah ada unsur-unsur politik dalam kasus ini. Ia mengatakan dirinya hanya akan mengomentari soal unsur hukumnya saja. “Gak tahu (ada unsur politik atau tidak), saya soal hukum saja,” kata Mahfud.

Mahfud enggan mengomentari kasus Rocky Gerung dari aspek politik.

Beberapa hari setelahnya, Mahfud kembali memuat dua cuitan di akun @mohmahfudmd pada 3 Februari 2019.

“Ribut2 soal @rockygerung mungkin sdh overdosis, perlu diakhiri. Polisi baru mengklarifikasi peristiwanya krn ada laporan. Laporan memang hrs ditindaklanjuti utk dilihat apa faktanya memang sesuai dgn yg dilaporkan. Jaraknya utk sampai diperkarakan msh jauh, ada tahapan2 yg ketat.”

“@rockygerung bukan diperiksa tp baru dimintai ktrangan. Beda loh diperiksa dan dimintai keterangan. Kalau dari keterangan2 itu tak ada masalah hukum ya selesai tp klu diduga ada mslh maka msh hrs ada keterangan dari para ahli: hukum, bahasa, filsafat ilmu, agama, dll. Msh panjang.”

Polda Metro Jaya, telah meminta klarifikasi dari ahli filsafat, Rocky Gerung. Hal itu didasarkan atas pelaporan dengan tuduhan penistaan agama oleh Jack Boyd Lapian pada 16 April 2018 lalu.

Laporan Jack tercatat dalam LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018. Dalam laporannya Rocky Gerung disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

“Saya tidak siap. Saya tidak siap menghadapi pertanyaan bodoh itu,” ujar Rocky, ketika menanggapi pertanyaan wartawan sembari setengah berlari usai menghadiri salah satu acara di Jakarta. (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan