Pria Ini Gagal Dihukum Mati Gara-gara Algojo Lelah

Pria Ini Gagal Dihukum Mati Gara-gara Algojo Lelah

Pria asal Malawi ini bisa disebut beruntung karena lolos dari hukuman mati sebanyak tiga kali. Bahkan saat mencoba bunuh diri, maut masih belum menghampirinya.

Tiga Kali Hampir Digantung, Pria Ini Selalu Beruntung

Konten.co.id (Malawi) – Pria asal Malawi, Afrika ini cukup beruntung karena berhasil lolos dari tiga kali hukuman mati. Bahkan, kini ia telah bebas dari penjara.

Byson Paula yang kini sudah berusia 60 tahun sudah berada di penjara selama 23 tahun. Setiap kali Byson akan dihukum mati, algojo yang akan mengeksekusinya selalu kelelahan.

Percobaan hukuman mati kepada Byson sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Tapi setiap akan dihukum, ia tak jadi dieksekusi. Pada tahun 1992, Byson dinyatakan bersalah atas sebuah kasus pembunuhan.

Setiap orang yang dinyatakan bersalah karena membunuh pada masa itu, akan diganjar hukuman mati. Byson dituduh telah membunuh karyawannya. Saat itu ia mempekerjakan lima orang dan menanam buah, gandum, jagung, dan singkong.

Beberapa tetangganya menyerang salah satu karyawannya dan menyebabkannya terluka parah. Karyawan itu tidak bisa berjalan tanpa bantuan. Saat itu Byson membantunya ke toilet, namun karyawannya terjatuh karena jalan yang licin setelah hujan. Pria itu meninggal di rumah sakit, dan Byson yang saat itu berusia 40 tahunan, didakwa melakukan pembunuhan.

Algojo yang seharusnya mengeksekusi Byson berasal dari Afrika Selatan. Algojo tersebut tak hanya melakukan eksekusi hukuman mati di Malawi. Namun ada beberapa negara yang menggunakan jasanya.

Setiap dua bulan sekali, para tahanan yang divonis hukuman mati akan dieksekusi algojo tersebut. Suatu hari Byson masuk dalam daftar 21 orang yang akan digantung. Seorang penjaga mengatakan kepadanya bahwa eksekusi akan dimulai pukul 13.00.

Mereka melanjutkan eksekusi sampai pukul 15.00 dan algojo berhenti bekerja. Tetapi, dia belum mengeksekusi semua orang di daftar. Tiga orang, termasuk Byson, harus menunggu sampai si algojo selesai beristirahat.

“Dia adalah satu-satunya yang mengoperasikan mesin itu. Pada hari itu dia (algojo) menyebut sudah terlalu banyak. Algojo pun akan datang lagi bulan depan,” kata Byson dilansir dari BBC.

Ia pun selamat dan tak dieksekui hari itu. Hal yang sama kembali terjadi di dua kesempatan lainnya. Secara kebetulan, Byson tak kembali dieksekui karena sang algojo sudah kelelahan.

Bahkan di eksekusi ketiga, hanya Byson yang tak dieksekusi. Padahal namanya ada dalam daftar. Meski merasa beruntung, namun pengalaman itu mengganggu kondisi psikologisnya. Ia bahkan mencoba bunuh diri hingga dua kali. Namun maut belum berpihak kepadanya.

Setelah sistem demokrasi multipartai diberlakukan di Malawi pada tahun 1994, semua eksekusi ditunda. Hukuman mati masih dijatuhkan, bahkan hingga hari ini. Tetapi tidak ada presiden yang menandatangani perintah hukuman mati baru selama 25 tahun belakangan.

Kasus Byson ditinjau ulang oleh pengadilan di tahun 2015. Byson dibawa ke rumah singgah untuk membantunya mempelajari keterampilan baru dan bertransisi ke kehidupan normal setelah 23 tahun di penjara.

Ia kini menjadi sukarelawan di rumah singgah dan memberi nasihat kepada mantan narapidana yang mengalami masalah yang sama dengannya. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan