Pria Asal AS Dihukum 30 Tahun Usai Siksa Anak Kembar

Pria Asal AS Dihukum 30 Tahun Usai Siksa Anak Kembar

Seorang ayah asal AS merantai putrinya yang cacat mental di rumah mereka selama 10 tahun. Pria itu juga berulang kali memperkosa anak-anaknya.

Selama 10 Tahun Orang Tua Rantai Anaknya

Konten.co.id (Amerika Serikat) – Seorang pria Minneapolis, AS dihukum karena memukuli, menyiksa, merantai, dan berulang kali memperkosa anak perempuan kembarnya yang cacat mental. Pria itu dijatuhi hukuman 30 tahun penjara.

Hakim Hennepin Fred Karasov menghukum pria berusia 52 tahun itu pada hari Rabu (20/2/2019) atas kejahatan yang dilakukan kepada anak kembarnya saat mereka masih remaja. Selain itu, pria tersebut juga membahayakan putri ketiganya, yang masih remaja.

Salah satu dari si kembar mengatakan jika ayahnya melukai, menggunakan, dan melecehkan seluruh keluarga. Ia menyebut jika sisa hidupnya dihabiskan dengan dirantai.

“Aku harap dia tidak pernah keluar dari penjara. Dia menghancurkan keluarga kita,” katanya melalui wali sahnya.

Menurut dokumen pengadilan, pelecehan itu telah berlangsung selama 10 tahun.

Si kembar, sekarang berusia 22 tahun, tidak hadir dakam persidangan. Dilansir dari DailyMail.com, pria itu mengaku bersalah karena melakukan kejahatan seksual tingkat pertama, penyerangan tingkat pertama dan pelanggaran berat terhadap anak.

Menurut dokumen pengadilan, pelecehan itu telah berlangsung selama 10 tahun.

Sampai salah satu dari si kembar, diidentifikasi sebagai Korban A, melarikan diri dan melapor ke pihak berwenang pada Mei 2017.

Pada Juni, wanita itu memberikan laporan rinci tentang penderitaannya yang mengerikan kepada kepolisian. Ia mengatakan kepada polisi bahwa penganiayaan dimulai ketika orang tuanya menyadari bahwa dirinya ‘aktif secara seksual’.

Menurut Minneapolis Star Tribune, Korban A mengatakan ayahnya berulang kali mengikat salah satu atau kedua pergelangan kaki dengan rantai. Ia akan dirantai selama berhari-hari dengan tangan terikat di belakang. Ayahnya akan mengalahkannya saat dia diikat.

Pria berusia 52 tahun itu harus menjalani dua pertiga masa hukumannya sebelum berhak mendapatkan pembebasan bersyarat.

Hukumannya juga termasuk 10 tahun pembebasan bersyarat dan harus mendaftar sebagai pelaku kejahatan seks selama satu dekade.

Ibu kandung si kembar tahun lalu mengaku bersalah atas tuduhan mengabaikan kejahatan kriminal dan dijadwalkan akan dihukum pada bulan Maret. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *