Pemilihan Daring Diterapkan SMKN 1 Garut Memilih Ketua OSIS

Pemilihan Daring Diterapkan SMKN 1 Garut Memilih Ketua OSIS

Pemilihan Ketua OSIS di SMKN 1 Garut ini sudah lebih maju ketimbang Pemilu Indonesia. Sekolah sudah menerapkan pemilihan daring dan mengetahui hasilnya lebih cepat

Sistem Daring Bisa Ditiru Dalam Pemilu Indonesia

Konten.co.id (Garut) – Cara berbeda ditunjukkan saat memilih Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di SMKN 1 Garut. Para siswa tak memilih secara konvensional (mencoblos surat suara).

Kemajuan teknologi membuat pemilihan dilakukan secara daring. Tak perlu repot membuka kertas suara dan mencoblosnya.

Para siswa tinggal mengakses komputer yang telah disediakan, lalu masuk ke situs pemilihan. Dengan satu klik, suara siswa yang memilih Ketua OSIS akan langsung tercatat.

Di aula sekolah, panitia pemungutan menyediakan layar besar. Dalam layar itu berisi informasi hasil pemilihan. Sambil pemilihan berjalan, data suara yang masuk sudah bisa terlihat.

Presentase pemilihan akan segera diketahui. Otomatis, pemenang Pemilu sekolah itu tak perlu menunggu waktu yang lama.

Tak seperti Pemilu di Indonesia yang butuh surat dan kotak suara. Ditambah harus menunggu lama hasil pemilihan.

Mungkin KPU RI bisa belajar sistem pemilihan daring dan patut untuk ditiru.

Alya Adn (17), salah seorang siswi mengaku pemilihan daring sangat memudahkan. Hanya hitungan menit, ia sudah menentukan calon pilihannya.

“Dulu waktu SMP pilih ketuanya masih pakai kertas. Kurang efektif sih, lebih bagus cara online ini,” ujar Alya, Senin (17/2/2019).

Semua siswa pun harus menggunakan hak pilihnya. Jika ada siswa yang golput, akan terdata pihak panitia.

“Menghindarkan kecurangan juga dengan sistem online. Terutama saat pemungutan suara,” katanya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Garut, Dadang Djohar Arifin, mengatakan sistem daring tersebut sengaja diterapkan. Bukan kali pertama pihaknya menggunakan sistem pemilihan daring. Hasilnya dinilai lebih efektif.

“Ini jadi tahun kedua pakai sistem online. Siswa tidak terganggu proses belajarnya. Soalnya yang mau milih nanti diabsen dan masuk ke ruang komputer. Setelah itu lanjut belajar lagi,” ujar Dadang.

Pihaknya ingin memberi pelajaran dan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya menggunakan hak pilih. Terutama di tahun politik, banyak siswa yang akan menjadi pemilih pemula.

“Intinya biar mereka paham dan mau berpartisipasi nanti di Pemilu yang sebenarnya. Sekalian praktik memilih dengan sistem daring,” katanya. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *