Pemilih Muslim PDI Perjuangan Semakin Menurun

Pemilih Muslim PDI Perjuangan Semakin Menurun

Hasil survei LSI pemilih dari kalangan umat muslim untuk Partai PDI Perjuangan mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Masuk Jebakan Politik, Pemilih Muslim PDI Perjuangan Semakin Menurun

Konten.co.id – Pemilih dari kalangan muslim di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) angkanya semakin menurun. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada Agustus 2018 sebanyak 23,2 persen, namun pada Januari 2019 menyisakan 18,4 persen.

Peneliti LSI Rully Akbar menyebut, berdasar grafik PDIP di segmen pemilih Islam terbilang menurun dari survei sebelumnya. Pada Agustus 2018 pemilih Islamnya untuk PDIP mencapai 23,2 persen. Lalu turun pada September menjadi 22,4 persen.

Sebetulnya sempat naik lagi pada Oktober menjadi 23,7 persen. Berjarak sebulan turun lagi menjadi 21,8 persen. Pada akhir tahun 2018 menjadi 24,6 persen dan kini 18,4 persen. Menurut Rully, penurunan elektabilitas ini dikarenakan adanya reuni akbar 212 dan ijmak ulama. Hal itu membuat suara ke PDIP pecah.

“Kekuatan 212 dan ijmak ulama dan sebagainya justru memperkuat barisan Prabowo-Sandi, sehingga otomatis jika pemilih Jokowi tak kuat di pemilih muslim. Yang mengambil keuntungan dari pemilih muslim adalah Partai Gerindra dan Prabowo-Sandi,” kata Rully.

Kekuatan PDI Perjuangan mulai tergerus oleh sejumlah pergerakan yang mengatasnamakan islam. Suara PDI Perjuangan disinyalir mulai luntur karena derasnya aksi 212 dan ijtimak ulama.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, pergeseran suara merupakan hal yang biasa apalagi 56 hari jelang pencoblosan. Dia bilang, partainya sudah menyiapkan sejumlah video untuk menarik suara pemilih, khususnya pemilih muslim. 

“Menjelang H-56 ini sedikit pergeseran hal yang biasa. Nanti setelah mendengar video-video dari KH Ma’ruf Amin, video dari Pak Jokowi kemudian video KH Yusuf Supendi akan banyak lagi. Jadi wajar,” kata Hasto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin itu juga menilai, turunnya suara PDIP di tengah pemilih muslim terjadi karena banyaknya jebakan politik yang sengaja diciptakan. Tujuannya, membuat partai berlambang moncong putih ini seakan-akan berjarak dengan Islam.

“Serangan sangat masif dengan jebakan politik yang dilakukan untuk membangun persepsi seolah-olah kami menjaga jarak dengan Islam,” ungkapnya.

Meski begitu, Hasto tetap yakin masyarakat dapat memberikan dukungannya kepada partainya. Apalagi, dia menyebut, partainya paling terbuka melaporkan dana kampanye. Selain itu, dia juga yakin, rakyat bisa melihat partai mana yang konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. (MHI)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan