Orang Gila atau Tunagrahita di Garut Punya Hak Pilih

Orang Gila atau Tunagrahita di Garut Punya Hak Pilih

Ratusan orang dengan gangguan jiwa di Garut akan ikut memilih pada 17 Apri 2019. Pantaskah mereka mempunyai hak pilih?

Ratusan Orang Gila Sudah Masuk DPT

Konten.co.id (Garut) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut memastikan ada 270 orang yang mengalami gangguan jiwa terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Para pemilih dengan gangguan mental itu masuk dalam kategori tunagrahita. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk mendata tunagrahita.

“Tunagrahita yang masuk DPT itu sudah terdaftar di Disdukcapil. Mereka sudah punya NIK (nomor induk kependudukan),” ujar Komisioner KPU Garut, Dindin A Zaenudin di Kantor KPU Garut, Senin (11/2/2019).

Tak semua orang gila bisa ikut mencoblos pada 17 April 2019.

Pihaknya hanya mendata tunagrahita yang telah memiliki KTP. Jika ada orang gila di jalanan, mereka tak bisa ikut mencoblos.

Selain memiliki NIK, KPU juga menyaratkan agar orang dengan gangguan jiwa harus membawa surat keterangan dari dokter jiwa saat akan memilih.

Tak semua orang gila bisa ikut mencoblos pada 17 April 2019.

“Surat dari dokter itu isinya jika yang bersangkutan bisa menyalurkan hak pilihnya. Kalau tida ada surat, tidak bisa ikut nyoblos,” katanya.

Saat ini jumlah DPT Kabupaten Garut mencapai 1.895.779 orang. Terdiri dari laki-laki 963.911 orang dan perempuan 931.868 orang.

Jumlah pemilih saat ini mengalami kenaikan dari DPT pada Pilkada Garut 2018 yang berjumlah 1.801.630 orang.

Terkait adanya pendamping untuk para tunagrahita saat akan memilih, Dindin mengaku belum menerima surat edaran dari KPU pusat terkait masalah ini.

“Sejauh ini dalam peraturan KPU tidak disebutkan secara detail terkait pemilih dengan gangguan jiwa ini,” ucapnya.

Dalam Pemilu tahun ini, pemilih dengan kategori disabilitas di Garut, berjumlah 2.609 orang. Dari jumlah tersebut, KPU Garut membagi menjadi lima kategori.

Di antaranta tunadaksa sebanyak 635 orang, tunanetra 495 orang, tunarungu dan wicara 534 orang, tunagrahita 270 orang, serta disabilitas lainnya berjumlah 656 orang.

Dari total pemilih, lanjutnya, tunagrahita tersebar hampir di seluruh kecamatan yang ada di Garut. Tetapi untuk data detailnya pihaknya belum mengetahui secara pasti karena masih proses pendataan. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *