Muzimin: Sopir Bus Kramat Djati Tak Ugal-ugalan

Muzimin: Sopir Bus Kramat Djati Tak Ugal-ugalan

Sopir bus Kramat Djati yang mengalami kecelakaan maut di Jalan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung kemungkinan mengantuk karena sudah melakukan perjalanan panjang.

Sopir Bus Kramat Djati Kemungkinan Mengantuk

Konten.co.id (Bandung) – Sopir bus Kramat Djati yang mengalami kecelakaan di Jalan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/2/2019) masih melarikan diri. Selama perjalanan sopir bus melajukan kendaraan dengan kecepatan sedang.

Memasuki Jalan Lingkar Nagreg, bus dipacu dengan kecepatan tinggi. Hal itu diucapkan salah seorang penumpang, Muzimin Azis (63).

“Waktu sampai ke Jalan Lingkar Nagreg, bus mulai kencang. Padahal dari Wonogiri sampai Tasikmalaya, kecepatannya sedang,” ujar Azis saat ditemui di Intalasi Gawat Darurat RSUD Cicalengka.

Bus tersebut berangkat dari Wonogiri sekitar pukul 13.00, Selasa (5/2/2019). Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) kelas ekonomi itu sempat berhenti untuk beristirahat di Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya.

“Jam 01.00 WIB istirahat dulu di Ciawi. Soalnya memang sudah cukup lama perjalanannya,” katanya.

Selepas Jalan Gentong memasuki wilayah Kabupaten Garut, kecepatan bus masih sedang. Tak ada gelagat sopir ingin melajukan kendaraan dengan kencang.

“Jalan juga lengang, jadi masih santai sopir bawa busnya. Saya lalu istirahat karena masih lumayan lama sampai ke Bandung,” ujarnya.

Saat memasuki Jalan Bypass Cicalengka, bus mulai melaju dengan kecepatan tinggi. Namun kecepatan bus itu masih dianggap wajar.

“Saya lalu tidur lagi saja karena sebentar lagi sampai Bandung. Istri juga sama memilih tidur,” katanya.

Namun Muzimin panik karena bus tiba-tiba melaju ke arah kiri. Bus yang ditumpanginya pun terperosok ke tebing.

Saat bus terguling, ia dan istrinya Suwanti (57) terpental di dalam bus. Ia langsung berupaya menyelamatkan diri dan di istrinya.

“Saya refleks langsung berusaha keluar. Kebetulan dekat pintu posisi saya. Lalu narik istri dari dalam bus,” ucapnya.

Infografis kecelakaan bus Kramat Djati di Jalan Bypass Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/2/2019).

Muzimin menderita luka lebam di dada dan luka di kaki kiri setelah terhantam di dalam bus. Sedangkan istrinyam masih menjalani perawatan medis karena mengalami luka sobek di wajah.

“Ada memar juga di beberapa bagian tubuh istri. Soalnya bus terperosok dan terguling. Alhamdulillah masih selamat,” katanya.

Bus Kramat DJati bernomor polisi D 7591 AF jurusan Wonogiri-Bandung, Rabu pagi. Bus yang terguling tersebut dalam posisi bagian atap kendaraan berada di bawah dan sebagian bodi bus mengalami kerusakan.

Akibat peristiwa itu, dua orang meninggal dunia. Sedangkan 14 penumpang mengalami luka ringan dan berat. Semua korban kini menjalani perawatan di RSUD Cicalengka.

Kasatlantas Polres Bandung, AKP Hasby Ristama, mengatakan, bus tersebut melaju dari arah Nagreg menuju Bandung, namun terguling dan terperosok ke bawah flyover Cikopo-Cicalengka.

Polisi menduga penyebab kecelakaan tersebut karena dua kemungkinan. Pertama sopir dalam kondisi mengantuk. Kedua karena sopir menghindari sesuatu sehingga bus terperosok ke bagian kiri jalan.

“Mungkin saja (mengantuk), karena bus melintas pada pagi hari,” ujarnya. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *