Muntahan Wedus Gembel Merapi Picu Banjir Lahar Dingin

Muntahan Wedus Gembel Merapi Picu Banjir Lahar Dingin

Awan panas yang dihasilkan Gunung Merapi sesekali menghasilkan abu dan berpotensi menimbulkan banjir lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi.

Jangkau Jarak Terjauh, Guguran Gunung Merapi Capai 2 Kilometer

Konten.co.id – Puncak Gunung Merapi kembali luncurkan awan panas. Dilansir laman Tempo.co, senin (11/2), area terdampak akibat semburan wedhus gembel itu mencapai jarak 2 kilometer sekitar gunung.

Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengatakan, sejak periode aktifnya gunung Merapi, jangkauan wedhus gembel (nama lain awan panas) kali ini terbilang paling jauh, setelah beberapa waktu terakhir mencapai 1,8 kilometer.

Menurut Kasbani, PVMBG beberapa bulan lalu membuat model jangkauan luncuran awan panas guguran dengan memperhitungkan pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi. “Jarak aman sejauh 2,2 kilometer,” kata dia.

Luncuran awan panas Merapi masih berada di dalam jarak batas daerah yang direkomendasikan untuk dikosongkan.

Lanjutnya, luncuran awan panas tersebut masih berada di dalam jarak batas daerah yang direkomendasikan untuk dikosongkan.

Berdasarkan pantauannya, kecepatan pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi saat ini dinilai masih kecil dibandingkan erupsi gunung tersebut sebelumnya.

“Pernah sampai 3 ribu meter kubik per detik, pernah sampai 4 ribu meter kubik per detik, tapi sekarang rata-rata 1.300 meter kubik per detik, masih relatif kecil,” katanya.

Sedangkan arah luncuran awan panas masih menuju Kali Gendol. “Di arah situ sampai 3 kilometer tidak ada permukiman. Masih aman. Asal jangan mendaki saja, mendaki ke situ gak boleh,” kata Kasbani.

Kasbani menjelaskan, meski intensitas tidak tinggi, namun awan panas yang dihasilkan Gunung Merapi sesekali menghasilkan abu dan berpotensi menimbulkan banjir lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Merapi.

Dilansir dari akun resmi Twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), guguran awan panas Gunung Merapi pada Kamis, 7 Februari 2018 pukul 18.28 terlihat meluncur sejauh 2 kilometer ke arah hulu kali gendol dengan waktu 215 detik. Pada hari itu, sejak pukul 18.00 WIB sampai 24.00 WIB data seismik Gunung Merapi mencatat 38 kali guguran dengan durasi 14-96 detik.

Sementara itu, guguran lava pijar teramati 11 kali dengan jarak luncuran 150 meter sampai 950 meter ke arah tenggara dengan durasi 16-97 detik. (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *