Misi RemoveDebris Menguji Pembersihan Sampah di Angkasa

Misi RemoveDebris Menguji Pembersihan Sampah di Angkasa

Sampah ruang angkasa dari peluncuran roket bisa menyebabkan kerusakan pada pesawat. Peneliti dari Inggris pun membuat sebuah mesin penghancur sampah.

Tombak Hancurkan Belasan Ribu Sampah Luar Angkasa

Konten.co.id – Para ilmuwan mengatakan ada 16.000 dan 20.000 keping sampah yang telah dilacak mengorbit di sekitaran Bumi. Kepingan sampah bisa menyebabkan kerusakan pada pesawat ruang angkasa.

Mesin berbentuk tombak yang dirancang untuk membersihkan sampah ruang angkasa itu telah diuji untuk pertama kalinya.

Misi RemoveDebris yang dipimpin Inggris bertujuan untuk mengatasi masalah material limbah di ruang angkasa yang ditinggalkan oleh roket dan penyebaran lainnya.

Tes dilakukan oleh Airbus, tombak sampah pun menembus potongan-potongan sampel puing-puing yang tergantung pada bom sekitar satu setengah meter dari pesawat ruang angkasa.

Ketika tombak menabrak puing-puing, duri dikerahkan untuk mengamankannya.

Meskipun penggunaannya masih beberapa tahun lagi, percobaan ini merupakan langkah besar untuk membersihkan sampah antariksa karena jumlah peluncuran pesawat ruang angkasa terus meningkat.

Astronot Tim Peake seperti dilansir dari SkyNews mengungkapkan kerusakan yang disebabkan oleh sampah orbital ke pesawat ruang angkasa.

Dia berbagi gambar panel jendela yang terkelupas di atas Stasiun Luar Angkasa Internasional pada tahun 2016.

Para ilmuwan percaya sesuatu yang sekecil keping cat yang meluncur ke arah stasiun ruang angkasa bisa menyebabkan kerusakan.

Diharapkan ketika tombak beroperasi penuh akan mampu menembakkan puing-puing hingga 30 meter jauhnya.

Tombak sampah – yang mampu melaju dengan kecepatan 20 meter per detik – adalah inisiatif bersama antara Airbus, University of Surrey, dan perusahaan Teknologi Satelit Surrey.

Sebelumnya, percobaan RemoveDebris menunjukkan bagaimana jaring dapat digunakan untuk menangkap potongan-potongan sampah yang berpotensi berbahaya yang mengorbit Bumi.

Menteri Ilmu Pengetahuan Inggris, Chris Skidmore mengatakan puing-puing luar angkasa dapat memiliki konsekuensi serius bagi sistem komunikasi jika menabrak satelit.

“Proyek yang mengilhami ini menunjukkan bahwa para ahli Inggris datang dengan jawaban untuk masalah potensial ini menggunakan tombak, alat yang telah digunakan orang sepanjang sejarah,” ucapnya.

“Misi ini adalah contoh kuat dari keahlian Inggris dalam teknologi luar angkasa dan bahwa dengan bekerja bersama, universitas kelas dunia dan perusahaan inovatif, kami dapat berkontribusi besar pada tujuan pemerintah untuk ekonomi yang sangat terampil melalui Strategi Industri modern kami.” (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *