Kuartal Empat, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik

Kuartal Empat, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Membaik

Tren positif ekonomi Indonesia diprediksi terjadi hingga tahun 2019

Kondisi Ekonomi Indonesia Saat Ini Bisa Mendorong Investor Asing Mendukung Saham dan Mata Uang

Konten.co.id (Jakarta) – Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal terakhir dinilai lebih cepat dari perkiraan para ekonom. Dilansir dari laman Bloomberg, kondisi saat ini menunjukkan ketahanan dalam menghadapi beragam kenaikan suku bunga dan permintaan global yang lebih lemah.

Kenaikan produk domestik bruto berada di angka 5,18 persen pada kuartal keempat dari tahun lalu, dibandingkan dengan estimasi median 5,1 persen dalam survei ekonom Bloomberg.

Kantor statistik mengatakan, kondisi itu mengambil ekspansi sepanjang tahun menjadi 5,17 persen, laju tercepat sejak 2013. Pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia Tenggara berada di sekitar 5 persen sejak 2016.

Tahun ini, Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 persen, sementara Bank Indonesia berharap, pertumbuhan ekonomi antara 5 persen dan 5,4 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah target 7 persen yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo ketika ia menjabat pada konsumsi rumah tangga 2014, dimana kenaikan pada kuartal keempat dari tahun lalu sebesar 5,08 persen.

Pemerintah proyeksikan pertumbuhan ekonomi di angka 5,3 persen

Dorongan dari pembatasan pemerintah terhadap harga energi dan pemberian uang tunai, membantu mengimbangi dampak dari enam kenaikan suku bunga sejak pertumbuhan PDB kuartal MayLast yang juga mendapat dorongan dari investasi naik 6,01 persen dari tahun lalu, dan ekspor naik 4,33 persen, Rupiah menguat 0,4 persen menjadi 13.898 terhadap dolar, angka ini tertinggi sejak Juni, sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan naik sebanyak 1 persen.

Ekonom PT Danamon Bank di Jakarta, Dian Ayu Yustina, dalam pesan singkatnya kepada Bloomberg, mengatakan, Dian Ayu Yustina, dampak dari hasil obligasi selama 10 tahun, turun 15 poin menjadi 7,71 persen, angka ini terendah sejak Agustus. Angka kuartal keempat yang baik mengisyaratkan bahwa permintaan domestik masih bagus.

“Kami memperkirakan tren (baik) akan berlanjut tahun ini, terutama pada konsumsi swasta dan pemerintah. Pertumbuhan yang lebih baik dari perkiraan dapat memberikan bantuan bagi bank sentral dan lebih fokus pada defisit transaksi berjalan dan rupiah. Bank Indonesia terlihat mempertahankan suku bunga pada bulan Februari, tetapi akan mempertahankan sikap hawkishnya karena kita tidak keluar dari hutan, namun dengan perkiraan defisit transaksi berjalan yang besar pada kuartal keempat, “kata Yustina.

Data pertumbuhan positif harus mendorong investor asing mendukung saham dan mata uang negara, menurut Myrdal Gunarto, seorang ekonom di Maybank Indonesia. Dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, PDB turun 1,69 persen, lebih baik dari perkiraan median untuk kontraksi 1,75 persen karena ekspor turun 2,2 persen dan pengeluaran rumah tangga sedikit berubah meskipun pengeluaran pemerintah naik hampir 38 persen. (ME)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan