Ketum PA 212 Diseret ke Ranah Pidana Pemilu

Ketum PA 212 Diseret ke Ranah Pidana Pemilu

Satu persatu pendukung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahudin Uno harus berurusan dengan hukum. Setelah Ahmad Dhani, kini Slamet Maarif jadi korban berikutnya.

Satu Lagi Pendukung Prabowo Diseret ke Ranah Pidana Pemilu

Konten.co.id – (Solo).- Setelah dilaporkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Solo, kasus pelanggaran pidana pemilihan umum (Pemilu) yang melibatkan Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif kini statusnya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Forum Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Solo, telah memiliki bukti awal yang kuat untuk menyeret Slamet ke ranah pidana Pemilu.

Pendukung Calon Presiden nomer urut 02 itu diduga melakukan pelanggaran kampanye di Solo, Jawa Tengah.Slamet diduga melakukan kampanye saat acara tablig akbar PA 212 di Gladak, Solo, Minggu (13/1/2019).

Komisioner Bidang Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kota Solo, Poppy mengatakan, kasus Slamet ditingkatkan ke penyidikan setelah adanya rapat koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan melalui forum Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Gakkumdu menyatakan telah memiliki bukti permulaan yang cukup untuk menyeret kasus ini ke ranah pidana pemilu.

Perbuatan-perbuatan yang dapat digolongkan sebagai Tindak Pidana Pemilihan Umum (Pemilu) diatur dalam Pasal 488 s.d Pasal 554 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Beberapa di antaranya adalah seperti melakukan pelanggaran atas larangan kampanye, melakukan kampanye di luar jadwal yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), memberikan keterangan yang tidak benar terkait daftar pemilih dan lain-lain.

Selain itu, juga sudah ada keterangan dari sejumlah saksi, termasuk beberapa saksi ahli. Bahkan Slamet Maarif sebagai terlapor, sudah diperiksa juga.

“Semuanya sudah terverifikasi, mulai saksi di tempat kejadian, saksi ahli bahkan terlaporpun sudah dimintai keterangan,” ucapnya.

Poppy menjelaskan, indikasi pelanggaran pidana pemilu dalam hal ini terletak pada orasi Slamet Maarif ketika menjadi pembicara pada acara tablig akbar di Solo, Minggu (13/1/2049). Selain itu juga, yang bersangkutan ada mens rea atau niat tertentu dalam menyampaikan orasinya.

Untuk proses selanjutnya, kasus ini akan dilimpahkan ke Polresta Surakarta. Walaupun nama Slamet Maarif tercantum sebagai wakil ketua dalam struktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurutnya, aparat punya waktu 14 hari kerja dalam menyidik kasus ini sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Terpisah, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta Komisaris Fadli berujar akan menunggu pelimpahan berkas pemeriksaan dari Bawaslu Solo. “Yang pasti kami siap untuk menangani kasus ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, yang dilaporkan ke Bawaslu Solo karena diduga melanggar aturan kampanye saat acara tablig akbar di Bundaran Gladak Solo, memenuhi panggilan pemeriksaan, Selasa (22/1/2019).

Dia dilaporkan karena orasinya dianggap bermuatan kampanye. Slamet hadir didampingi dua pengacara ke Kantor Bawaslu Solo di Jl. Panembahan No. 02, Penumping, Laweyan, Solo.

Slamet Maarif mengaku ditanyai sekitar 35 pertanyaan oleh Bawaslu Solo. Slamet juga sudah mengklarifikasi mengenai kegiatan tablig akbar pada Minggu (13/1/2019) lalu.

Menurut Slamet, kehadirannya saat tablig akbar hanya sebagai pemberi orasi, bukan melakukan kampanye.

“Apa yang saya sampaikan di tablig akbar tidak ada unsur kampanye karena saya bukan peserta pemilu. Saya juga tidak menyampaikan visi dan misi paslon tertentu,” kata Slamet kepada wartawan seusai memenuhi panggilan Bawaslu.

Slamet menegaskan apa yang dia katakan saat tablig akbar tidak melanggar Undang-undang No. 7/2017 Pasal 1. Sesuai kapasitas sebagai Ketua Umum PA 212 dia mengaku hanya menyampaikan orasi atau tausiah dan laporan mengenai pelanggaran kampanye tersebut sudah diklarifikasi ke Bawaslu Solo. (MHI)***

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan