Kades di Garut Buat Video Ajakan Pilih Capres 01

Kades di Garut Buat Video Ajakan Pilih Capres 01

Seorang Kades di Kabupaten Garut, Jawa Barat membuat video yang berisi ajakan untuk memilih Capres nomor 01. Bawaslu Garut pun akan segera memanggil Kades dalam video tersebut.

Video Ajakan Pilih Capres 01 Disebar Sekdes Cimareme

Konten.co.id (Garut) – Video salah seorang kepala desa (Kades) berdurasi 37 detik yang mengajak dan mengimbau untuk memilih calon presiden (Capres) nomor 01 menyebar di media sosial. Orang dalam video itu mengaku sebagai Kades Cimareme, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Video tersebut mulai beredar sejak pekan lalu. Dalam video itu, Kades Cimareme, Jajang Haerudin yang memakai kemeja putih dan celana hitam terlihat berada di sebuah ruangan.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Kaum muslimin wal muslimat di manapun Anda berada. Saya Jajang Haerudin, Kepala Desa Cimareme mengimbau sekaligus mengajak untuk memilih Presiden Republik Indonesia nomor urut 1, bapak insinyur Joko Widodo untuk melanjutkan pembangunan program berikutnya. terima kasih,Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.”

Jajang pun kembali mengajak untuk memilih Capres nomor 01.

Jangan lupa 17 April, pilih insinyur Joko Widodo untuk Presiden Republik Indonesia tercinta. Kades Cimareme, Jajang.

Di akhir video, seseorang yang mengambil gambar pun seakan membalas perkataan sang Kepala desa dengan mengatakan, “Hidup nomor 1”.

Sekretaris Desa Cimareme, Dedi saat dikonfirmasi membenarkan jika orang dalam video tersebut merupakan Kades Cimareme. Menurut Dedi, video itu diambil di rumah Kades. Bukan di masjid atau di kantor desa.

“Memang betul pernyataannya sebagai Kades seperti itu,” ucap Dedi saat dihubungi, Selasa (26/2/2019).

Video itu, menurut Dedi dibuat seminggu yang lalu. Ia juga mengaku, jika dirinya merupakan orang yang pertama kali menyebarkan video itu.

“(Disebarkan pertama kali) sama Sekdes, saya sendiri atas perintah pak Kades,” katanya.

Dedi tak tahu apa alasan Kades meminta dirinya untuk menyebarkan video tersebut. Sebagai bawahan, ia hanya menuruti perintah atasan.

“Saya hanya sebagai bawahan disuruh atasa. Kalau mau klarifikasi ke pak Kadesnya saja langsung,” ucapnya.

Dedi menambahkan, jika Kades Cimareme juga sudah mendapat panggilan oleh Panwaslu Banyuresmi pada Senin (25/2/2019).

Komisioner Bidang Penindakan Bawaslu Kabupaten Garut, Asep Nurjaman, menuturkan sudah mendapat laporan video Kades Cimareme tersebut. Pihaknya pun sudah melakukan pembahasan untuk menangani kasus tersebut.

Dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017 pasal 280 disebutkan bahwa kepala desa tidak diperkenankan menjadi pelaksana dan atau tim kampanye. Jika berperan dalam tim kampanye, maka bisa dijerat pasal 490.

“Setiap kepala desa atau sebutan lain yg tindakannya merugikan atau menguntungkan peserta pemilu di masa kampanye, maka bisa dikenakan kurungan penjara 1 tahun dan denda Rp 12 juta,” ujar Asep.

Asep akan segera melakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi kepada yang bersangkutan pada pekan ini. Selain itu, Bawaslu akan memanggil pihak terkait dalam video tersebut. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *