Jokowi Buat 1000 BLK Ponpes, Prabowo, Tekan Harga Pangan

Jokowi Buat 1000 BLK Ponpes, Prabowo, Tekan Harga Pangan

Jokowi siap bantu para santri untuk mengembangkan potensi di bidang keahlian, sedangkan Prabowo siap penuhi harapan emak-emak mengenai kebutuhan pangan murah jika nanti menjabat presiden

Janji Capres, Jokowi Akan Bangun 1000 BLK di Ponpes, Prabowo Tekad Turunkan Harga Pangan

Konten.co.id – Bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat, kedua pasangan calon presiden 01 dan calon presiden 02 saling berikan janji.

Dalam pertemuan bersama ratusan kiai dan habib se-Jadetabek di Istana Kepresidenan, Capres 01, Joko Widodo atau Jokowi janjikan pembangunan 1.000 Balai Latihan Kerja (BLK) di pondok pesantren (ponpes).

“Tahun ini juga akan dibangun balai latihan kerja khusus pondok. Baru 1.000, namun itu sudah banyak. Bangunan plus isinya,” kata Jokowi di Istana Negara Jakarta, Kamis (7/2/2019), dilansir dari laman Liputan 6.

Jokowi jamu para kiai di Istana, Prabowo bersama Emak-emak di Hambalang

Menurutnya, pemerintah siap memberikan bantuan serta untuk menunjang kemampuan santri. Sehingga, BLK yang akan dibangun nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas penunjang.

“Misalnya pondok ingin skill garmen ya kita sediakan pelatihan garmen. Ada pondok ingin IT, ya siapkan peralatan yang berhubungan dengan IT,” terang Jokowi.

“Kenapa kita lakukan ini? Hampir setiap hari setiap minggu saya masuk ponpes saya makin tahu apa yang harus dilakukan termasuk mendengar keluhan santri,” sambung dia.

Lanjut Jokowi, nantinya pemerintah akan mengevaluasi pendirian 1.000 BLK tersebut. Jika program awal tersebut berhasil, maka pemerintah akan mendirikan BLK di setiap pondok pesantren di Indonesia.

“Nanti dievaluasi, (kalau) sudah bener ya 28 ribu ponpes di seluruh Tanah Air akan kita sasar,” kata Jokowi.

Total ada sekitar 400 kiai dan habib se-Jadetabek yang hadir dalam silaturahmi ini. Pada pertemuan ini, Jokowi didampingi oleh Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Sementara itu, para kiai yang hadir salah satunya Ketua MUI DKI Jakarta Zulfa Mustofa.

Sementara itu, Calon presiden nomer urut 02, Prabowo Subianto jamu ratusan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta’lim (FKMT) dan relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Pertemuan itu digelar di kediaman Prabowo, Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2).

Dilansir dari laman Kumparan, dalam pidatonya, Prabowo mengaku sangat memahami kebutuhan dan kesulitan emak-emak untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap hari, diantaranya menginginkan harga daging, beras, gula, telur, daging ayam dan listrik turun.

Menurutnya, harga-harga bahan pokok saat ini memang terlampau tinggi bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Menyambut harapan emak-emak, Prabowo menegaskan, ia dan Sandiaga Uno akan berjuang sekuat mungkin untuk menurunkan harga kebutuhan pokok tersebut, sebelum seratus hari pertama usai dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada Pemilu 2019 ini.

Jika terpilih, Prabowo berjanji dalam 100 hari pertama kerja, sejumlah harga yang dinilai terlalu tinggi bisa diturunkan.

Namun, Prabowo memberi pengecualian untuk menurunkan harga tarif dasar listrik (TDL), dirinya dan Sandiaga Uno akan membutuhkan waktu kurang lebih 18 bulan setelah dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Sebab, ada beberapa faktor yang membutuhkan waktu untuk bisa menurunkan harga TDL tersebut.

“Untuk harga listrik, mungkin kita butuh lebih lama lagi. Karena sudah dibikin agak kacau selama ini, tapi mungkin kita ya 18 bulan bisalah kira-kira insyaallah. Ibu kan sudah menderita 4 tahun, 18 bulan ya tidak apa-apa ya, daripada saya janji-janji yang saya nggak bisa saya penuhi,” Kata Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu.

Prabowo menjelaskan, rencana penurunan harga kebutuhan pokok itu bisa ia laksanakan. Sebab ia telah memiliki pengalaman memimpin koperasi yang bisa menjual kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau di tengah pemerintah yang saat ini tidak bisa menekan lonjakan harga. “Kalau soal harga daging itu saya punya pengalaman saya mimpin koperasi, sekitar Rp 84.000 per kilo itu sudah untung kita. Berarti ada yang ambil untung kebanyakan ini, jadi apalagi kalau dagingnya dari India,” katanya.

“Daging dari India itu daging kerbau, daging kerbau itu harusnya bisa Rp 70.000. Jadi saya kalau harga daging, harga telur, harga ayam itu kita akan kita optimis, untuk harga listrik kita butuh waktu kurang lebih 18 bulan,” lanjut dia. Tapi yang jelas, lanjut Prabowo, ia bersama Sandiaga Uno akan berjuang mengurangi beban ekonomi rakyat Indonesia. Juga, Prabowo berjanji akan menghentikan segala jenis kebocoran dan korupsi dan penghamburan uang yang sudah tidak masuk akal sehat. “Kita dukung butuhan emak-emak semuanya, pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu yang boros akan kita tutup akan kita kurangi semuanya, kita tutup semua kebocoran negara,” pungkas Prabowo. (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *