Penjual Telur Asin Pantura Keluhkan Tol Trans Jawa

Penjual Telur Asin Pantura Keluhkan Tol Trans Jawa

Adanya jalan tol berdampak tidak adanya para pelancong yang singgah untuk membeli telur asin di wilayah Pantura. Penurunan omzet mencapai 70 persen.

Omzet Pedagang Telur Asin Turun Drastis

Konten.co.id – Penurunan drastis terhadap omzet dirasakan penjual telor asin pantura. Kondisi ini terjadi setelah dibangun jalan tol yang melintasi daerah tersebut. Turunnya omzet mencapai 70 persen, setelah adanya jalan tol.

Selain sangat diminati warga Brebes, telur asin juga banyak diburu para pelancong. Setelah ada tol, sedikit sekali pelancong yang mampir dan memborong oleh oleh telur asin disana.

“Dulu sebelum ada tol, satu hari bisa menjual sebanyak 1.500 butir telur asin. Tapi, sekarang paling banyak bisa menjual 500 butir,” keluh Supardi, warga Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Brebes, sebagaimana dilansir Detik.com.

Selain menjual, untuk menopang ekonomi keluarga, Supardi ini pun memproduksi telur asin sendiri.

Dulu sebelum ada tol, satu hari bisa menjual sebanyak 1.500 butir telur asin. Tapi, sekarang paling banyak bisa menjual 500 butir

Kondisi ini membuat para pengusaha telur asin ketar-ketir. Jika dibiarkan, usaha telur asin di Brebes memungkinkan gulung tikar. Oleh karena itu, para pengusaha berharap pemerintah segera memberi solusi.

Hal senada diungkapkan Khotijah (59) warga Kecamatan Wanasari. Pengusaha telur asin ini juga mengalami kondisi yang sama. Setelah adanya jalan tol, produk telur asinnya jadi susah laku.

“Sekarang hanya mengandalkan para pembeli yang sudah menjadi pelanggannya. Padahal dulu selalu mengandalkan para pelancong yang melintas di pantura,” ujar Khotijah.

Sebelumnya, Khotijah mampu menjual 1.000 – 2.000 butir telur asin dalam sehari, setelah ada jalan tol, penjualan paling banyak hanya 500 butir saja. “Ini pun dari pelanggan saja,” tambahnya.

Para pelaku UMKM Telur asin berharap, pemerintah daerah turun tangan dalam mengatasi lesunya usaha oleh-oleh khas Brebes tersebut. Jika dibiarkan terus menerus, akan banyak pelaku usaha
yang gulung tikar.

“Harapan kami, pemerintah mencari solusi atas persoalan ini. Jangan sampai oleh-oleh khas Brebes ini hanya menjadi cerita anak cucuk kami, karena pelaku usahanya gulung tikar,” tutur Khotijah.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Kabupaten Brebes, Zaenudin, menjelaskan, dalam meningkatkan pesek pengusaha telur asin, pihaknya mengupayakan untuk pemberian prioritas bagi penjual telur asin agar bisa berjualan di Rest Area 260 B ruas Tol Pejagan- Brebes. Rest area ini masuk wilayah Desa Banjaratma, Kecamatan Bulakamba.

“Jadi, usulan kami dari 70 persen pelaku UMKM yang mengisi rest area ini, kita prioritaskan mereka yang terkena dampak adanya pembangunan tol. Sehingga, mereka tetap bisa berjualan,” kata Zaenudin, dilansir dari laman Detik.com.

Lanjutnya, berdasarkan data, jumlah pelaku UMKM yang ada di jalur Pantura berjumlah lebih dari 100 pelaku. Para pedagang diupayakan sangkan bisa berjualan di rest area tol, bahkan dengan bebas biaya kios. (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *