HPN 2019, Presiden: Peran Media Penting Untuk Mengungkap Fakta

HPN 2019, Presiden: Peran Media Penting Untuk Mengungkap Fakta

Hari Pers Nasional (HPN) diperingati di Surabaya. Bukan hanya soal seremonial dan kebebasan pers yang diinginkan. Namun jurnalis juga menuntut penyelesaian kasus kekerasan kepada wartawan.

HPN 2019, Jokowi Cabut Remisi Pembunuh Wartawan

Konten.co.id (Surabaya) – Hari Pers Nasional (HPN) 2019 dirayakan secara meriah di Kota Surabaya, Jawa Timur. Puncak HPN dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Sebelum puncak HPN yang diadakan di Grand City Convention Hall Surabaya, terdapat beberapa acara yang digelar. Mulai dari seminar soal media massa hingga peran media dalam beberapa tema penting.

Seperti soal pers ramah anak, bencana alam, dan Pemilu. Di puncak acara, sejumlah pimpinan redaksi media, Dewan Pers, Menteri, dan sejumlah kepala daerah nampak hadir.

Dalam sambutannya, Jokowi menyebut kepercayaan masyarakat kepada media arus utama semakin meningkat setiap tahunnya. Dari hasil survei sebanyak 63 persen memilih informasi dari media arus utama.

Media arus utama sangat dibutuhkan untuk menjadi penjernih informasi. Presiden Joko Widodo

“Sisanya sebesar 37 persen masih mencari dari media sosial. Tapi jika informasi dari media massa, akan sangat dipercaya kebenarannya,” ujar Jokowi dalam sambutannya, Sabtu (9/2/2019).

Jokowi pun mengucapkan selamat kepada media massa atas kepercayaan dari masyarakat. Di era digital, masyarakat dengan mudah disajikan melimpahnya informasi.

“Setiap orang bisa jadi wartawan, Pimred (pimpinan redaksi). Tapi ada juga yang malah ciptakan ketakutan,” katanya.

Media arus utama sangat dibutuhkan untuk menjadi penjernih informasi. Presiden Joko Widodo

“Dibutuhkan untuk bisa memberi harapan2 besar. Peran media makin penting untuk mengungkap fakta,” ucapnya.

Jokowi juga menerima Penghargaan Kemerdekaan Pers. Pasalnya, Jokowi dinilai sebagai tokoh yang memiliki kepedulian terhadap pers Indonesia.

Protes Jurnalis di HPN

Namun di tengah riuhnya HPN, sejumlah jurnalis juga mempertanyakan penyelesaian kasus kekerasan kepada wartawan. Terutama kepada wartawan Radar Bali, Prabangsa.

Bahkan di media sosial ramai disebut jika HPN merupakan singkatan dari Hari Prabangsa Nasional.

Pasalnya hingga kini, kasus kekerasan hingga menyebabkan wartawan tewas tak berujung. Selain itu, para jurnalis juga meminta agar Jokowi mencabut remisi kepada Nyoman Susrama.

Susrama pada 2009 memerintahkan sejumlah orang untuk menganiaya Prabangsa. Mayat Prabangsa ditemukan di Laut Padang Bai.

Susrama pun dihukum penjara seumur hidup. Namun remisi diberikan Jokowi kepada Susrama pada Desember 2018. Hukuman Surama berubah menjadi 20 tahun.

Desakan agar remisi dicabut semakin kuat. Hingga akhirnya pada 9 Februari 2019, pada HPN Jokowi kembali mencabut remisi kepada Susrama.

Sejumlah jurnalis berharap kasus kekerasan yang lainnya pun bisa diungkap. Apalagi Indonesia sudah menjadi negara demokrasi. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *