Grab Klaim Jadi Aplikasi Terbesar di Asia Tenggara

Grab Klaim Jadi Aplikasi Terbesar di Asia Tenggara

Perusahaan aplikasi transportasi online, Grab, terus mencari celah mengembangkan usahanya. Salah satunya dengan rencana membuka jasa asuransi bagi driver dan pelanggan.

Keuntungan Grab di 2018 Capai USD 1 Miliar

Konten.co.id (Singapura) – CEO dan pendiri Grab, Anthony Tan mengatakan pendapatan perusahaan aplikasi transportasi online itu berlipat ganda pada 2018. Raihan itu berasal dari beberapa bisnis perusahaan.

Aplikasi online terbesar di Asia Tenggara itu, berencana untuk memperluas bisnisnya. Mulai dari perawatan kesehatan hingga asuransi. Grab akan memanfaatkan kemitraan yang telah ditempa dan uang yang telah dikumpulkannya baru-baru ini.

Dalam sebuah wawancara dengan Nikkei Asian Review pada Rabu (20/2/2019), Anthony menyebut rencana perusahaan pada 2019 adalah untuk semakin menjalin kerja sama dengan mitra Grab.

Tahun lalu, ia fokus membangun hubungan dengan perusahaan-perusahaan regional dan global, termasuk Toyota Motor, Microsoft dan penyedia layanan kesehatan online China Ping An Good Doctor. Hasilnya Grab mampu mengumpulkan investasi total USD 3 miliar.

Anthony mengatakan bahwa Grab akan meluncurkan layanan perawatan kesehatan online dengan Ping An di seluruh Asia Tenggara tahun ini.

Pihaknya juga menawarkan asuransi online untuk pengguna aplikasi dan driver di bawah kemitraannya dengan kelompok ZhongAn China.

Bersama dengan Toyota, Grab akan menawarkan layanan dukungan kendaraan. Grab juga baru saja memulai layanan streaming video pada aplikasi Grab melalui kemitraan dengan startup Hooq yang berbasis di Singapura.

“Ada banyak layanan baru yang belum ditawarkan oleh siapa pun dari skala ini di seluruh Asia Tenggara. Kami akan memanfaatkan modal dan semua kepentingan investor ini akan berkembang,” kata Anthony.

Didirikan di Malaysia pada 2012 sebagai pengembang aplikasi taksi, Grab lalu pindah ke Singapura pada 2014.

Grab sekarang beroperasi di 336 kota di delapan negara Asia Tenggara. Layanan yang disediakan mulai dari transportasi, pengiriman, hingga pembayaran.

Perusahaan mengatakan aplikasinya telah diunduh 138 juta kali. Ini sebanding dengan populasi regional sekitar 650 juta.

Setelah membeli Uber yang beroperasi Asia Tenggara, Grab mulai menambahkan penawaran baru. Berharap menjadi aplikasi super yang menyediakan berbagai layanan kepada pelanggannya melalui satu jendela toko.

“Kami akan memperkuat posisi kami sebagai aplikasi super regional Asia Tenggara,” ucapnya.

Penantang terbesarnya, Go-Jek yang berbasis di Indonesia, juga mengklaim sebagai aplikasi super dan mulai berekspansi ke luar negeri tahun lalu.

Anthony mengatakan pendapatan Grab naik dua kali lipat tahun lalu menjadi USD 1 miliar. Ia menegaskan Grab akan fokus pada pasar Asia Tenggara dan tidak berniat ekpansi ke wilayah lain. (FW)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan