Facebook Ditutup, Bisa Bercengkrama Dengan Keluarga

Facebook Ditutup, Bisa Bercengkrama Dengan Keluarga

Facebook diciptakan untuk membuat terhubung dengan teman yang jauh. Tapi dampaknya membuat teman di depan mata menjadi menjauh.

Jangan Lama-lama Buka Facebook, Ini Bahayanya

Konten.co.id – Ada lebih dari 2,3 miliar orang di dunia yang menggunakan Facebook. Jumlah tersebut aktif berkomunikasi dan memposting berbagai hal.

Facebook bahkan telah menambah jumlah penggunanya di Amerika Utara. Hal itu menjadi rekor yang diraih untuk pertama kalinya sepanjang tahun.

Facebook diciptakan untuk membuat orang saling terhubung dengan temannya.

Selain itu tren menggunakan Facebook juga mulai beralih. Orang bisa membaca berita, melihat hiburan, hingga berbisnis.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir para peneliti dan advokat konsumen melakukan penelitian tentang kerugian dan dampak Facebook kepada kesehatan serta kesejahteraan.

Dalam studi terbaru yang mengukur efek media sosial pada kehidupan seseorang, para peneliti di New York University dan Stanford University menemukan bahwa menonaktifkan Facebook selama empat minggu dapat mengubah perilaku dan pikiran seseorang.

Facebook diciptakan untuk membuat orang saling terhubung dengan temannya.

Studi ini menemukan bahwa berhenti sementara dari Facebook membuat orang menghabiskan lebih banyak waktu. Seperti bisa menonton TV dan bersosialisasi dengan keluarga dan teman.

Para peneliti menemukan bahwa menutup sementara akun media sosial akan membebaskan rata-rata satu jam per hari dari kehidupan yang rumit. Orang-orang yang beristirahat sementara dari Facebook, menggunakan platform lebih jarang, bahkan setelah percobaan berakhir.

“Studi kami menawarkan bukti eksperimental skala terbesar yang tersedia hingga saat ini tentang cara Facebook memengaruhi serangkaian tindakan kesejahteraan individu dan sosial,” tulis para peneliti.

Penelitian ini menemukan peningkatan psikologis dari Facebook. Hasilnya menunjukkan bahwa orang mungkin menggunakan jaringan sosial lebih dari yang seharusnya. Akibatnya untuk sementara orang-orang akan kurang mendapat informasi.

“Facebook dan perusahaan media sosial lainnya mendapatkan laporan buruk karena diduga membuat kita lebih terpolarisasi, membuat kita tertekan, membuat kita ketagihan, dan kami ingin menguji dengan teliti apakah ini benar atau tidak,” Hunt Allcott, seorang profesor ekonomi di New York University kepada The Washington Post.

“Yang paling luar biasa adalah bahwa hasil kami tidak mendukung narasi anti-Facebook yang kuat, juga tidak mendukung narasi pro-Facebook yang kuat.”

Dalam sebuah pernyataan kepada The Washington Post, Facebook mengatakan tim-timnya fokus pada membina koneksi yang berarti pada platform dan telah menyediakan alat bagi pengguna untuk lebih mengontrol pengalaman mereka.

“Ini adalah salah satu dari banyak studi tentang topik ini dan harus dipertimbangkan dengan cara itu,” kata perwakilan Facebook. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *