Diduga Palsu, KPU Laporkan e-KTP WN China

Diduga Palsu, KPU Laporkan e-KTP WN China

KPU RI memastikan jika NIK WN China yang ramai beredar di media sosial merupakan NIK milik warga Cianjur.

KPU Minta Bantuan Polisi Terkait e-KTP Warga China di Cianjur

Konten.co.id (Jakarta) – Foto Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang diduga milik warga negara China akan dilaporkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke kepolisian. Menurut KPU, foto e-KTP yang beredar di media sosial itu diduga hoaks.

Komisioner KPU, Viryan Aziz, menuturkan pelaporan tersebut dilakukan agar kepolisian bisa menelaah keaslian foto tersebut. Foto yang beredar itu menunjukkan e-KTP milik warga negara China.

“Kami laporkan ke Cyber Crime Mabes Polri biar ditelaah lebih dalam. Apakah foto tersebut hasil editan atau bukan?” ujar Viryan di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019) dilansir dari CNN Indonesia.

Terkait foto yang viral tersebut, KPU sudah melakukan verifikasi bersama KPU Jawa Barat, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, serta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Hasilnya ditemukan fakta bahwa foto e-KTP dengan nomor induk kependudukan di Cianjur bukan tercatat atas nama Guohui Chen. Seperti yang beredar di media sosial dan ramai diperbincangkan.

“NIK 3203012503770011 itu atas nama Bahar. Maka yang terjadi adalah kesamaan NIK, tapi data berbeda,” ucapnya.

Pemilik NIK yang asli, lanjutnya, sudah tercatat di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 di Kabupaten Cianjur. KPU menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus foto e-KTP hoaks itu ke kepolisian.

Sebelumnya, KPU Kabupaten Cianjur menelusuri temuan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cianjur mengenai seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China bernama Guohuin Chen, yang memiliki e-KTP.

Warga asing memang diperbolehkan memiliki e-KTP sesuai lama masa kerjanya. Namun yang mengejutkan, berdasarkan hasil penelusuran KPU Cianjur, TKA itu menggunakaan NIK milik salah seorang warga Cianjur yang terdaftar dalam DPT Pemilu 2019.

NIK yang dimiliki oleh Guohuin Chen juga dimiliki oleh seorang pria bernama Bahar.

Komisioner KPU Cianjur, Anggy Sophia Wardani, mengakui kesalahan pihaknya dalam menginput data milik WNA China tersebut. Pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan Disdukcapil Cianjur terkait hal tersebut.

“Secara bukti langsung di lapangan, nama Bahar ini memang ada. Alamat juga betul sesuai tercantum dalam data pemilih. Namun kesalahannya yang diinput itu data milik WNA asal China bernama Guohuin Chen,” ucap Anggy. (FW)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan