Dianggap Rasis, Sandal Katy Perry Gagal Dijual

Dianggap Rasis, Sandal Katy Perry Gagal Dijual

Katy Perry menghapus dua model sepatu yang menyinggung kalangan tertentu dan mendapat kritik luas di media sosial.

Sebabkan Kontroversi, Sandal Katy Perry Ditarik di Pasaran

Konten.co.id – Katy Perry telah meminta maaf setelah corak sandalnya mendapat kritik lantaran membangkitkan citra rasis dalam bentuk muka hitam (Blackface) yang dianggap melecehkan kaum tertentu.

Katy Perry Collections, merk fashion bintang pop berusia 34 tahun itu, segera menarik alas kaki dari situs webnya setelah memicu amarah para netizen.

Dua model sepatu slip-on Rue Face dan sandal tumit Ora Face block, menampilkan wajah dengan bibir merah yang menonjol. Produk itu dijual di toko-toko di AS termasuk Walmart, tetapi telah ditarik setelah mendapat protes.

Dilansir dari laman Sky News, seorang juru bicara Katy Perry, mengatakan, mereka mengaku sedih dengan tanggapan negatif yang diarahkan kepada pihaknya.

Namun berdasarkan rilis resmi dari pihak Katy Perry, sebagai bentuk penghormatan serta tetap peka terhadap isu yang berkembang, timnya sedang dalam proses menarik sandal kontroversial itu.

“Rue dan The Ora adalah bagian dari koleksi yang dirilis musim panas lalu dalam sembilan warna berbeda (hitam, biru, emas, grafit, timah, telanjang, merah muda, merah, perak) dan dibayangkan sebagai anggukan seni modern dan surealisme,” kata juru bicara itu.

“Saya sedih karena dibandingkan dengan gambar-gambar yang menyakitkan dan mengingatkan pada wajah hitam. Niat kami adalah untuk tidak pernah menimbulkan rasa sakit. Kami segera menghapusnya.”

Tali sepatu Perry tersedia untuk dibeli di House of Fraser di Inggris, meskipun department store mengonfirmasi bahwa ia tidak pernah mengisi gaya Rue dan Ora. Beberapa item mode baru-baru ini memicu kontroversi.

Pekan lalu, Gucci terpaksa meminta maaf setelah terlibat dalam pertikaian rasisme dengan pembeli yang mengeluh bahwa model pakainnya mirip “Blackface”.

Merk fashion Italia itu kemudian menghadapi rentetan kritik setelah gambar muncul dari “Balaclava Jumper”, yang menampilkan cut-out di mulut yang diuraikan dalam warna merah.

Pada bulan Desember, Prada melepas serangkaian aksesoris yang termasuk gambar monyet hitam dengan bibir merah. Garis barang-barang kecil, yang disebut Pradamalia, menampilkan gantungan kunci dan mainan dalam beberapa warna. Namun, versi hitam dan cokelat memiliki bibir merah yang terlalu besar.

Sementara itu pada bulan Januari tahun lalu, toko H&M mendapatkan respon serupa setelah gambar seorang anak hitam memodelkan hoodie dengan slogan “monyet paling keren di hutan”. Gambar tersebut diposting di situs webnya dan mendapat kritik banyak pihak. (ME)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan