Buntut Debat, Isu Pengelolaan Lahan Terus Memanas

Buntut Debat, Isu Pengelolaan Lahan Terus Memanas

Kebakaran lahan di Sumatera dan pemilikan lahan oleh Prabowo jadi bahasan usai debat kedua Pilpres. Jokowi klaim bisa atasi kebakaran lahan. Sedangkan tim BPN sibuk klarifikasi lahan Prabowo.

Pascadebat Pilpres, Masalah Lahan Negara Jadi Perbincangan Dua Pihak

Konten.co.id (Jakarta) –  Kebakaran lahan di Riau telah diatasi. Pemadaman dilakukan dengan operasi darat dan  operasi udara water bombing. 

Isu kebakaran lahan jadi salah satu bahasan saat debat Capres kedua. Jokowi mengklaim bisa mengatasi kebakaran lahan selama tiga tahun.

Bahkan tidak pernah terjadi kebakaran dalam beberapa tahun ini. Asap kebakaran lahan memang kerap dikeluhkan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Seperti jadi peringatan, sehari usai ucapan Jokowi tersebut, kebakaran lahan terjadi di Riau. Meski api bisa cepat dipadamkan petugas.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Harmensyah, mengatakan udara di Dumai, Riau sudah baik dan bersih. 

Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengakui, memang sempat ada lahan gambut di wilayahnya yang terbakar. 

“Namun sudah dapat diatasi. Alhamdulillah tidak ada yang memakai masker,” ujarnya dilansir dari laman Republika, Senin (18/2/2019).

Menurutnya, upaya pendinginan di lapangan sudah dilakukan aparat tentara nasional Indonesia (TNI), kepolisian, BPBD, Manggala Agni, dan perusahaan.

Lima hari terakhir di bulan Februari 2019, tercatat 497,71 hektare lahan terbakar, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah terparah dengan total 322 hektare.

Bukan hanya soal kebakaran hutan yang ramai jadi pembahasan. Pemilikan ratusan ribu hektare lahan oleh Prabowo juga ramai diperbincangkan. Tim BPN pun segera mengklarifikasi tudingan Jokowi.

Menanggapi masalah itu, Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon membela Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto soal penguasaan lahan 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh.

Dilansir dari laman Merdeka.com, lahan-lahan itu disebut Capres nomor urut 01, Jokowi, merupakan milik Prabowo. Hal itu diungkapkan saat mereka berdebat di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Minggu (17/2/2019) malam.

Menurut Fadli, Prabowo justru menjadi pahlawan dengan mengelola lahan-lahan tersebut. Pasalnya, usai krisis moneter tahun 1998, banyak aset negara yang diambil alih oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Saat itu, BPPN kemudian melelangnya ke berbagai pihak termasuk Prabowo pada tahun 2000-an. Fadli menyebut banyak aset yang dilelang itu jatuh ke pihak asing.

“Pak Prabowo menurut saya menjadi semacam hero (pahlawan) karena menyelamatkan aset ini,” kata Fadli Zon.

Menurutnya, lahan-lahan tersebut bukan atas nama Prabowo, melainkan nama perusahaan dengan status hak guna usaha atau HGU. (ME)

Ade Indra
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Video

Berita pilihan