33 Tentara Tewas, 20 Luka dalam Ledakan Bom Mobil Kashmir

33 Tentara Tewas, 20 Luka dalam Ledakan Bom Mobil Kashmir

Puluhan tentara India tewas dalam serangan bom di wilayah perbatasan India-Pakistan. Wilayah tersebut sejak puluhan tahun menjadi daerah konflik.

Wilayah Kashmir Jadi Rebutan India dan Pakistan Sejak 1989

Konten.co.id (India) – Sebanyak 33 tentara India tewas dan sekitar 20 lainnya cedera dalam serangan bom mobil saat tengah melakukan konvoi paramiliter di sepanjang jalan raya utama di Kashmir yang dikuasai India, Kamis (14/2/2019).

Peristiwa itu adalah salah satu pemboman mobil paling mematikan dalam sejarah wilayah yang disengketakan itu.

Para pejabat mengatakan seorang gerilyawan Kashmir setempat menabrak mobil yang sarat bahan peledak ke dalam konvoi. Targetnya adalah sebuah bus yang membawa sedikitnya 35 tentara.

Perwira polisi senior, Muneer Ahmed Khan, mengatakan serangan itu terjadi ketika konvoi mencapai kota Lethpora selatan di pinggiran kota utama Srinagar. Kondisi bus hancur dan setidaknya lima kendaraan lainnya rusak akibat ledakan itu.

Sanjay Sharma, juru bicara Pasukan Polisi Cadangan Sentral paramiliter India, mengatakan banyak tentara yang terluka dan berada dalam kondisi kritis. 

“Ledakan itu sangat kuat sehingga orang tidak bisa mengenali apakah kendaraan itu bis atau truk. Hanya potongan-potongan baja hancur sisa kendaraan,” katanya seperti dikutip dari Time.

Video yang diedarkan oleh kelompok-kelompok berita lokal menunjukkan ambulans bergegas ke lokasi dan orang-orang berlari ketika asap mengepul dari kendaraan yang rusak. Puing-puing dan bagian-bagian tubuh berserakan di jalan.

Pihak berwenang menutup jalan raya setelah ledakan itu. Petugas polisi Khan mengatakan tentara dan bala bantuan polisi dikerahkan di daerah itu dan sedang melakukan pencarian.

Surat kabar Greater Kashmir melaporkan bahwa kelompok militan Jaish-e-Mohammed mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

Video sembilan menit yang direkam sebelumnya, diedarkan di situs media sosial, menunjukkan penyerang yang mengaku mengenakan pakaian tempur dan dikelilingi oleh senjata dan granat.

Gubernur Kashmir, Satya Pal Malik menuduh Pakistan berada di balik serangan itu. 

“Rencana itu diatur dari seberang perbatasan karena Jaish-e-Mohammed mengaku bertanggung jawab,” kata Malik dalam sebuah pernyataan. 

“Tindakan seperti itu tidak akan menghalangi tekad pasukan keamanan kami. Kami akan menyelesaikan pasukan pemberontak ini sampai akhir.”

Perdana Menteri India Narendra Modi mengutuk serangan itu dalam sebuah twit Kamis malam. “Saya sangat mengutuk serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan kami yang berani tidak akan sia-sia, ”katanya.

Kashmir mengalami banyak pemboman mobil dari tahun 2000 hingga 2005 yang menimbulkan banyak korban pada pasukan India. Serangan-serangan itu memaksa pihak berwenang India untuk membeli kendaraan lapis baja tanpa bom untuk para prajurit yang beroperasi di Kashmir.

India dan Pakistan masing-masing mengklaim wilayah Kashmir secara keseluruhan. Pemberontak telah melawan pemerintah India sejak 1989. Sekitar 70.000 orang telah tewas akibat pemberontakan itu.

Sebagian besar warga Kashmir mendukung tuntutan para pemberontak bahwa wilayah itu dipersatukan baik di bawah pemerintahan Pakistan atau sebagai negara merdeka. Selain itu warga juga berpartisipasi dalam protes jalanan sipil terhadap kendali India. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *