fbpx

Wasit Asal Garut Ditangkap Satgas Antimafia Bola

Wasit Asal Garut Ditangkap Satgas Antimafia Bola

Satgas Antimafia Bola terus memburu para pelaku pengaturan pertandingan di Liga Indonesia. Terakhir, seorang wasit yang memimpin laga Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan di Liga 3 diamankan.

Terlibat Match Fixing, Wasit Asal Garut Jadi Tersangka

Konten.co.id (Garut),- Satgas Antimafia Bola yang dibentuk oleh Kapolri, Jenderal Tito Karnavian menangkap kembali satu orang pelaku pengaturan pertandingan. Nurul Safarid, merupakan wasit Liga 3 Indonesia yang ditangkap di Garut pada Senin (7/1/2019).

Nurul telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pengaturan pertandingan antara Persibara Banjarnegara melawan Persekabpas Pasuruan. Oknum wasit itu diduga menerima suap sebesar Rp 45 juta untuk memenangkan Persibara.

Sejak acara Mata Najwa yang bertajuk ‘PSSI Bisa Apa’ jilid 1 dan 2, Polri membentuk Satgas Antimafia Bola. Sejak pembentukan Satgas, sudah ada empat orang yang ditangkap. Dengan ditangkapnya Nurul, total sudah lima orang yang dijadikan sebagai tersangka.

Keempat tersangka yang sudah diamankan Satgas di akhir 2018 yakni anggota Komite Eksekutif atau Exco Johar Lin Eng, Priyanto, Anik Yuni Artikasari, dan anggota Komite Disiplin PSSI Dwi Irianto atau Mbah Putih.

Penangkapan Nurul memperpanjang daftar pelaku match fixing di Indonesia. Wasit yang sudah memimpin laga di Liga 3 sejak 2017 itu tak disangka pegiat sepak bola di Garut.

Hakim (22), mantan pemain Persigar Junior, mengaku terkejut dengan penangkapan Nurul. Pasalnya ia mengenal Nurul sebagai sosok yang tegas. Bahkan Nurul menjadi wasit yang diidolakan para pemain muda di Garut.

“Saat jadi wasit dia sangat tegas tanpa kompromi setiap mimpin pertandingan. Pemain tingkat junior pasti ingin dipimpin sama pak Nurul saat bertanding,” kata Hakim, Selasa (8/1/2019).

Nurul hanya menjadi korban dari mafia bola. Posisi Nurul cukup dilema. Jika tak menerima maka mafia akan mengancam karirnya. Namun saat diterima, konsekuensinya harus berhadapan dengan hukum.

“Sebagai wasit pada dasarnya dibayar penyelenggara. Seharusnya kepolisian mencari dalang utama dari pengaturan pertandingan ini,” ujarnya.

Penangkapan Nurul juga mengagetkan rekannya di Komisi Wasit Kabupaten Garut, Feri Permana. Selama ini, Feri mengenal Nurul sebagai individu yang baik dan tegas.

“Saya juga baru tahu ada informasi itu tadi (Selasa) dari media sosial. Kaget juga dan langsung cari informasi. Ternyata benar Nurul ditangkap,” katanya saat dihubungi.

“Soal mafia bola atau bukan, itu hubungannya sama PSSI.”

“Selama ini saya kenal dia sebagai rekan sesama wasit, baik-baik saja. Soal itu (suap) kurang tahu. Hubungan sepak bola nasional saya kurang mengerti,” katanya.

Mantan pelatih Persigar Garut musim 2012-2015, Agus Kurnia juga membenarkan informasi penangkapan Nurul. Dari informasi, Nurul ditangkap di rumahnya di kawasan Leuwidaun, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut.

“Kaget juga waktu dapat kabar. Saya tanya Nurul mana, ternyata memang yang itu (Nurul Safarid),” ujar Agus di SMKN 2 Garut.

Menurut Agus, Nurul mulanya hanya memimpin pertandingan di wilayah Garut dan Priangan Timur. Namun ia akhirnya punya kesempatan menjadi wasit di Liga 3.

Askab PSSI Garut Hormati Proses Hukum

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Garut, Amirrudin Latief, menghormati proses hukum kepada wasit asal Garut, Nurul Safarid yang ditangkap Satgas Antimafia Bola.

Amir meminta semua pihak menghargai proses hukum. Pihaknya tak akan mengintervensi kasus Nurul.

“Kami mendukung semua upaya yang dilakukan aparat kepolisian. Semua pihak harus menghargai,” ujar Amir melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan, sangat prihatin dengan penangkapan Nurul dan diduga terlibat dalam kasus pengaturan pertandingan. Kasus yang menimpa Nurul, menjadi pelajaran bagi Askab Garut untuk berbenah. Terutama dalam pengawasan dan pembinaan wasit. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *