Tak Hanya Buat Internet, Wifi Bisa Jadi Baterai

Tak Hanya Buat Internet, Wifi Bisa Jadi Baterai

Smartphone dan Laptop bisa menyala tanpa pakai baterai. Para ilmuwan merubah wifi jadi daya.

Para Ilmuwan Mengubah Wifi Jadi Baterai Smartphone dan Laptop

Konten.co.id (Amerika Serikat) – Kemajuan teknologi saat ini membuat para ilmuwan terus membuat terobosan. Selain energi cahaya yang dijadikan kekuatan, kali ini para ilmuwan mulai mencoba membuat terobosan besar.

Teknologi itu memungkinkan mereka untuk mengubah jaringan lokal nirkabel/sinyal radio atau Wireless Fidelity (Wifi) menjadi power (kekuatan) untuk menopang daya pada peralatan elektronik seperti smartphone dan laptop tanpa baterai.

Sebagaimana dilansir Independent.co.uk, temuan ini memungkinkan ponsel dan perangkat lain bisa menyala tanpa menggunakan baterai. Para ilmuwan di AS ini mengembangkan perangkat yang dikenal sebagai “rectenna”, dari semikonduktor setebal beberapa atom.

Sinyal Wifi ditangkap oleh antena yang terintegrasi diubah menjadi arus DC yang sesuai untuk sirkuit elektronik.

Dengan perangkat itu, sejumlah peralatan elektronik seperti smartphone, laptop, perangkat medis, dan teknologi yang dapat dikenakan bisa memiliki daya dan menyala tanpa menggunakan baterai.

Jika sudah diimplementasikan, perangkat ini memiliki implikasi besar bagi masa depan kecerdasan elektronik.

“Bagaimana jika kita dapat mengembangkan sistem elektronik yang kita lilitkan di jembatan atau menutupi seluruh jalan raya, atau dinding kita kantor dan membawa kecerdasan elektronik ke segala sesuatu di sekitar kita? Bagaimana Anda menyediakan energi untuk elektronik itu?,” kata Direktur Institut Teknologi Massachusetts dan Laboratorium Teknologi Laboratorium Teknologi untuk Perangkat Graphene dan Sistem 2D, Profesor Tomas Palaciosd, selasa (29/1).

Pihaknya telah menemukan cara baru untuk memberi daya pada sistem elektronik masa depan. Dengan memanen energi Wifi dengan cara yang mudah, sistem tersebut diintegrasikan di area yang luas, untuk menghadirkan kecerdasan ke setiap objek yang ada di sekitar lingkungan.

“Idealnya Anda tidak ingin menggunakan baterai untuk menyalakan sistem ini, karena jika mereka bocor lithium, pasien bisa mati.” katanya.

Untuk membuat rectenna, para ilmuwan menggunakan bahan 2D novel yang disebut molybdenum disulphide, yang pada tiga atom tebal adalah salah satu semikonduktor tertipis di dunia. Semua antena menghasilkan listrik, tetapi biasanya dalam jumlah yang sangat kecil.

Dalam radio portabel, misalnya, penguat meningkatkan sinyal untuk memungkinkan siaran didengar. Penguat membutuhkan sumber daya yang cocok, seperti baterai. Listrik yang diperoleh dari gelombang radio datang dalam bentuk arus bolak-balik frekuensi tinggi. (ME) 

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *