fbpx

Polemik Impor Gula Tak Berkesudahan

Polemik Impor Gula Tak Berkesudahan

Polemik impor gula jelang Pemilu terus menjadi kontroversi. Keriuhan semakin menjadi-jadi karena alasan Mendag yang tak masuk akal.

Kualitas Dodol Garut Tak Ada Kaitan dengan Impor Gula

Konten.co.id – Polemik impor gula jelang pemilihan umum (Pemilu) terus menjadi kontroversi. Impor gula besar-besaran ini dimanfaatkan untuk komoditas politik karena dinilai menguntungkan pihak tertentu.

Persoalan impor gula ini diperkeruh oleh pernyataan Mentri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukita, yang menyebutkan produksi gula nasional tak cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Selain itu, kualitas gula lokal, kata Mendag, bisa membuat dodol garut cepat bulukan.

Produksi Gula Nasional www.konten.co.id
Produksi gula nasional pertahun.

“Kita impor berdasarkan kebutuhan karena tidak cukup pasokannya. Kedua kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, Coca Cola tidak mungkin mau nerima gula tebu dari dalam negeri yang ikumsanya tinggi, yang warna coklat itu. Apakah bisa diterima oleh industri? Tidak. Dodol garut gampang bulukan kalau pakai yang itu kalau kata pabrik dodol Garut,” ujarnya.

Namun pada faktanya, ucapan Mendag tak sesuai dengan kenyataan. Pasalnya, salah seorang pengusaha dodol garut terbesar, H. Ato Hermanto, membantah jika dodol garut tidak tahan lama jika gunakan gula lokal.

Menurutnya, sejak 60 tahun lalu dirinya mengelola olahan dodol tak pernah menggunakan gula impor. Bahkan menurutnya, kualitas gula lokal lebih baik ketimbang gula impor.

Volume Impor Gula Terbesar di Dunia 2017-2018 www.konten.co.id
Rangking negara importir gula di dunia.

“Keliru Mendag itu, dodol garut malah lebih bagus pake gula lokal. Dari dulu dodol picnik garut selalu menggunakan gula lokal dan ketan lokal,” kata Ato, Kamis (17/1/2019).

Impor gula besar-besaran jelang Pemilu dianggap menguntungkan pihak tertentu. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita beralasan impor gula sangat mendesak karena produksi dalam negeri tak cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Bahkan mentri menyebut, dodol garut gampang bulukan kalau pakai gula lokal.

Sementara itu, Ekonomi, Faisal Basri, sebenarnya lonjakan impor gula terjadi sejak tahun 2009. Jumlahnya semakin meningkat saat Enggartiasto Lukita menjabat sebagai Mendag.

Impor Gula Indonesia www.konten.co.id
Kuantitas impor gula Indonesia dari tahun ke tahun.

“Sebenarnya kenaikan impor gula sudah terjadi sejak pemerintahan SBY. Namun saat Mendagnya Enggartiasto Lukita jumlahnya semakin menggila,” ungkapnya.

Faisal mengungkapkan, tahun 2018 Indonesia mengimpor 4,6 juta ton gula. Padahal kebutuhannya hanya 3 juta ton. Pemerintah beralasan, kata faisal, kelebihan impor itu untuk stabilisasi harga.

Perbandingan Harga Gula www.konten.co.id
Perbandingan harga gula Indonesia dengan harga gula dunia.

“Seharusnya impor gula ini seharusnya bisa dihentikan dengan peningkatan produksi gula rafinasi di dalam negeri. Tapi pemerintah secara sengaja menghambat peningkatan produksi gula di dalam negeri,” kata dia.

Anggota DPR komisi IV yang membidangi pertanian, Firman Soebagyo, menegaskan pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menunjukkan sikap bukan negarawan dan dan sebaliknya justru membunuh karakter petani dan industri dalam negeri.

“Saya selaku wakil rakyat dan anak petani yang daerah pemilihan sebagai kota kelahiran saya yang basisnya adalah pertanian perikanan dan garam kecewa dengan pernyataan tersebut,” tegasnya melalui pesan singkat kepada Gatra.com, Ahad(13/1). (MHI)***

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video