PHK Ribuan Karyawan Dampak Revolusi Industri 4.0

PHK Ribuan Karyawan Dampak Revolusi Industri 4.0

Pemerintah harus segera bersiap menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Indikasinya mulai terjadi PHK di sektor perbankan dan ritel.

PHK Ribuan Karyawan Perbankan dan Ritel, Pemerintah Harus Segera Bersikap

Konten.co.id – (Jakarta).- Memasuki era revolusi industri 4.0 pekerjaan manusia manusia mulai digantikan teknologi. Berbagai macam aplikasi dan robot, diciptakan untuk mempermudah pekerjaan manusia.

Imbasnya, badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terus menggulung ribuan pekerja di berbagai sektor pekerjaan. Konfederasi Serikan Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut total karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam kurun 2015-2018 mencapai hampir 1 juta orang. 

Oleh sebab itu, pemerintah harus segera bersiap menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Kalau tidak, badai PHK akan terus memakan korban.

Infografis PHK Ribuan Karyawan Dampak Revolusi Industri 4.0 www.konten.co.id
Infografis Industri generasi ke-empat atau industri 4.0.

Menanggapi revolusi industri 4.0, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan, pemerintah telah berbenah untuk menciptakan kompetensi para pekerja di Indonesia. Kemampuan di bidang teknologi menjadi salah satu komponen yang harus dimiliki oleh pekerja di Indonesia.

“Sebuah keniscayaan untuk menghindar dari revolusi industri 4.0. Lebih baik kita tingkatkan kompetensinya. Agar pekerja di Indonesia memiliki daya saing dan kompetensi yang memadai,” kata dia kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

Ia mengakui, dengan masuknya industri 4.0, ada pekerjaan-pekerjaan yang digantikan dengan teknologi. Sehingga lapangan pekerjaan jadi berkurang.

Memasuki revolusi industri 4.0 pekerjaan manusia banyak diambil alih oleh teknologi. Oleh sebab itu, pemerintah harus hadir menyediakan lapangan 

“Tapi kita harus pro-aktif. Misalnya, pemerintah kan punya program satu juta rumah, kalau bikin sejuta rumah tapi masih manual, lama kan jadinya, makanya pakai 3D printing satu hari satu rumah,” kata dia.

Pertanyaan, lanjut Rudiantara, kemana nanti pekerja manualnya? “Nah, di sinilah kita pro-aktif, kita didik dulu pekerjanya jadi operator 3D printer misalnya,” katanya.

Jadi menurutnya, akan lebih banyak potensi lapangan pekerjaan baru dibanding yang hilang. Tinggal bagaimana para pekerjanya mau meng-upgrade diri atau tidak.

Selain itu, untuk menghadapi gelombang industri 4.0 ini, Rudiantara mengatakan, Pemerintah juga telah memfasilitasi pelatihan-pelatihan ketenagakerjaan dengan sertifikasi. Kemudian, lulusannya dimasukkan ke sebuah perusahaan pencari talent. 

Jadi nantinya, kata dia, para lulusan yang kompeten dan telah tersertifikasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sertifikat itu berlaku disemua negara Asean.

Dengan cara seperti itu, ungkapnya, badai PHK di Indonesia akan segera teratasi. Sebab kompetensi dan legalitas semua pekerja di Indonesia telah siap bersaing di tingkat Asean bahkan dunia. (MHI)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *