fbpx

Perpres Kendaraan Listrik Direspon Banyak Pihak

Perpres Kendaraan Listrik Direspon Banyak Pihak

Pemerintah tengah menyiapkan aturan penggunaan kendaraan listrik. Namun aturan itu baru menjamah kendaraan yang menggunakan baterai.

Indonesia Segera Miliki Peraturan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Konten.co.id (Jakarta) – Mengimbangi perkembangan kendaraan listrik di dunia, Indonesia tengah serius menggodok Perpres (Peraturan Presiden). Aturan itu menjadi payung hukum bagi segala kebijakan terkait pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai.

Direncanakan Perpres tersebut akan rampung akhir Februari 2019. Keseriusan pemerintah tersebut langsung direspon oleh Masyarakat Konservasi & Efisiensi Energi Indoneisa (MASKEEI) dengan mengelar diskusi terkait perkembangan kendaraan listrik di Indoneisa di BSD, Tangerang.

Chairman of MASKEEI, R.M Soedjono Respati dalam sambutannya mengatakan diskusi yang digelarnya ini tidak lain untuk merespon kebijakan dari pemerintah yang akan mengatur semua hal terkait kendaraan listrik.

“Oleh karena itu MASKEEI mencoba membahas hal tersebut melalui panel diskusi ini,” ujar R. M Soedjono Respati.

Prof. Satryo S. Brodjonegoro dari Indonesias Policy and Strategy for Developing EV and Low Carbon Vehicles Development, memaparkan alasan pemerintah memfokuskan Perpres tersebut.

Nantinya Perpres itu hanya untuk kendaraan listrik berbasis baterai. Pasalnya saat ini Indonesia dinilai paling siap untuk bersaing di kendaraan listrik yang hanya berbasis baterai.

Satryo juga menambahkan, kebijakan terkait pengembangan kendaraan listrik ini harus segera dimulai. Menurutnya jika hanya terus-menerus berdiskusi saja maka Indonesia akan tertinggal jauh dalam hal pengembangan kendaraan listrik.

Untuk menunjang perkembangan kendaraan listrik di Indonesia, Menteri Perindustrian saat ini tengah menggodok kebijakan insentif fiskal untuk komponen utama.

PT PLN selaku pemasok utama tenaga listrik di Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sudah siap untuk memberikan suplai tenaga listrik bagi kendaraan listrik.

Zainal, perwakilan PT PLN tengah mengkaji berbagai kemungkinan skema, terkait pengadaan pusat pengisian daya tenaga listrik. Salah satunya yaitu dengan menyediakan stasiun pengisian listrik umum (SPLU) di beberapa tempat umum.

Nantinya sistem kepemilikan SPLU tersebut akan meniru skema ritel dari SPBU Pertamina dengan SPBU 34nya. Tidak hanya itu, PT PLN juga tengah bersiap menyediakan daya bagi pengisian kendaraan listrik di hunian seperti rumah.

Pihak Gaikindo melalui Kukuh Kumara memaparkan pendapatnya terkait industri kendaraan listrik di Indonesia. Menurutnya saat ini cukup berat bagi kendaraan listrik untuk berkembang di Indonesia.

Hal utamanya karena harga jual kendaraan listrik di Indonesia bisa jauh lebih tinggi dari kendaraan konvensional.

‘Saat ini jika mobil listrik hadir di Indonesia, harganya mungkin bisa di kisaran Rp 500-600 jutaan,” kata Kukuh.

“Tentu harganya sangat jauh jika dibandingkan dengan mobil konvensional yang mungkin bisa dibeli dengan harga Rp 200 jutaan saja.” (Sik)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video