Membandingkan Gaji Dokter dengan Juru Parkir

Membandingkan Gaji Dokter dengan Juru Parkir

Ucapan Capres 02 Gaji dokter masih kalah sama penjaga parkir mobil ternyata fakta.

Konten.co.id – Calon Presiden 02, Prabowo Subianto membandingkan gaji dokter yang masih kalah oleh pendapatan tukang parkir mobil. Meski kontroversi, namun nyatanya pendapat itu ada benarnya.

Ketum Pengurus Besar IDI, Dr Daeng M Faqih, mengatakan dirinya tidak tahu persis besaran gaji juru parkir. Namun ia tak menutup kemungkinan bisa saja hal itu terjadi.

“Bisa jadi seperti itu, karena saya tidak tahu persis berapa pendapatan (tukang) parkir,” kata Daeng.

Daeng melanjutkan, dari informasi masih banyak dokter yang berpendapatan masih di bawah Rp 3 juta. Kebanyakan dokter berpenghasilan seperti itu pengalaman kerjanya masih di bawah 5 dan 10 tahun.

“Dokter berpenghasilan di bawah tiga juta rata-rata dokter umum golongan III dengan masa kerja di bawah 5 dan 10 tahun,” katanya.

Lalu berapa gaji tukang parkir. Konten.co.id mencoba menanyakan ke salahsatu juru parkir di Jakarta. Seperti juru parkir di salah satu minimarket yang ramai di Jakarta.

Menurut keterangan yang diperoleh dari juru parkir, Iman (nama samaran) mengaku dalam sehari ia hanya bekerja selama 6 jam.

Iman mengaku setiap jam, lahan parkir yang dijaganya ada 40 kendaraan yang berhenti. Tiap kendaraan dikenakan tarif sebesar Rp 2.000. Jadi tiap jam Iman mengantongi Rp 80.000.

Jika sehari iman bekerja selama 6 jam. Itu artinya ia mengantongi Rp 480.000 per hari. Jika dikalikan sebulan, Iman bisa mengantongi 14.400.000.

Iman diharuskan menyetor ke pemilik minimarket sebesar 50 persen. Maka Iman masih bisa membawa keuntungan bersih sebesar RP 7,2 juta.

Namun penghasil Jukir di kota besar tidak sama dengan nasib Jukir di daerah. Seperti Jukir di salah satu Jalan di Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat, petugas Jukir, bernama Ujun (41), mengaku hanya bisa mengantongi uang antara Rp 60.000 sampai Rp 100.000 tiap harinya.

Ujun mengaku, memulai aktivitasnya sejak pukul 5 pagi hingga menjelang Dzuhur. Ia telah menjalani profesinya itu sejak tahun 2012 silam.

“Sebetulnya bisa lebih dari itu, hanya saja ada kewajiban tertentu yang harus saya keluarkan, ditambah keperluan akomodasi makan minum dan lainya.” ujarnya.

Menurutnya selama kurun waktu 8 jam, ada sekitar 50 unit kendaraan keluar masuk tempat parkir yang dikelolanya. Mayoritas merupakan kendaraan roda Dua.

Ditambahkanya, setiap kendaraan roda Dua ditarip Rp 2.000. Itu artinya dalam sehari ia bisa mengantongi. Rp 100.000. Karena ada setoran ke sejumlah pihak ia hanya membawa pulang Rp 60.000 sampai Rp 100.000 tiap harinya. (MHI/Doni)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Satire

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Berita Video

Berita pilihan