Mahkamah Agung AS Izinkan Larangan Transgender di Militer

Mahkamah Agung AS Izinkan Larangan Transgender di Militer

Transgender di AS akan dilarang untuk bekerja menjadi seorang tentara. Padahal ada ribuan transgender yang sudah bertugas menjadi tentara.

Ribuan Transgender Masih Aktif Jadi Tentara

Konten.co.id (Amerika Serikat) – Mahkamah Agung Amerika Serikat telah mengizinkan Presiden Donald Trump untuk menegakkan kebijakannya. Yakni melarang transgender tertentu bertugas di militer.

Pengadilan mengabulkan permintaan administrasi Trump untuk mencabut perintah pemblokiran kebijakan terkait transgender.

Pada 2017, Trump mengumumkan melalui cuitannya di twitter tak akan menerima atau mengizinkan transgender di Amerika bertugas di militer.

Ada sebanyak 15.000 transgender dalam militer AS. Sekretaris pertahanan Jim Mattis kemudian menyempurnakan kebijakan untuk membatasi transgender di militer, seperti dilansir dari BBC.com.

Dia mengatakan kebijakan baru itu akan membuat pengecualian bagi beberapa ratus orang transgender.

Saat ini ada sekitar 8.980 pasukan transgender yang aktif menjadi tentara di AS. Hasil itu berdasarkan data Departemen Pertahanan AS atau Pentagon yang dianalisis oleh Palm Center.

“Pada dasarnya, dinas militer membutuhkan pengorbanan. Mereka yang melayani secara sukarela, menerima batasan kebebasan pribadi mereka.”

Langkah ini merupakan kebalikan dari kebijakan administrasi Obama yang memerintahkan transgender di AS bisa bertugas secara terbuka di militer.

Alasan Trump untuk melarang pasukan transgender berdasarkan sisi medis dan keuangan. Menurut perkiraan oleh RAND Corporation, biaya kesehatan tentara transgender bisa mencapai USD 8,4 juta per tahun. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *