Longsor di Sukabumi, 15 Orang Dipastikan Tewas

Longsor di Sukabumi, 15 Orang Dipastikan Tewas

Longsor menimpa wilayah Sukabumi sebelum malam pergantian tahun. Tim SAR terus melakukan pencarian korban.

Konten.co.id (Sukabumi).- Di penghujung tahun 2018, duka kembali menyelimuti bumi pertiwi. Sebelum malam pergantian tahun, longsor menimpa Kampung Adat Garehong, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018) sekira pukul 17.00 WIB. Sedikitnya, 30 rumah warga tertimpa longsor yang berasal dari atas bukit.

Dari data Basarnas, terdapat 32 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 101 jiwa yang terdampak longsor. Dari jumlah itu, hingga Selasa (1/1/2019) pukul 13.30 WIB, delapan orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dari korban yang ditemukan meninggal, terdapat seorang bayi berusia tiga bulan.

Bayi bernama Elan itu awalnya ditemukan tim SAR dalam kondisi kritis pada Selasa (1/1/2019) pagi sekira pukul 06.00 WIB. Elan sempat menjalani perawatan, namun nyawanya tak bisa diselamatkan dan meninggal dunia

Dua korban meninggal dunia ditemukan pada Senin malam yakni Hendra dan Sasa. Keduanya ditemukan di reruntuhan rumah yang tertimbun tanah longsor. Tim SAR langsung melakukan pencarian setelah mendapat informasi longsor di Kampung Adat Garehong.

Danrem 061 Suryakancana, Kol. Inf. M. Hasan, mengatakan, pihaknya terus berusaha mencari sebanyak 35 orang yang diduga masih tertimbun. Dari 101 jiwa yang terdata, 63 di antaranya berhasil selamat.

“Korban luka berat ada tiga orang dan meninggal untuk sementara 15 orang. Karena cuaca membahayakan, pencarian korban dihentikan sementara,” ujar M. Hasan saat dihubungi, Selasa (1/1/2019).

Sebelumnya, proses pencarian dilakukan secara manual di sekitar lokasi longsor. Peralatan berat masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Lokasi yang berada di pelosok membuat alat berat sulit menuju lokasi longsor. Pada pencarian di hari kedua, tim SAR berhasil menemukan lima korban.

 

Sebanyak 20 orang diduga masih tertimbun tanah longsor. Tim SAR gabungan untuk sementara menghentikan proses pencarian karena faktor cuaca.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menuturkan, hujan deras yang mengguyur sekitar Desa Sirnaresmi menyebabkan  aliran permukaan di areal hutan dan persawahan. Jenuhnya air menyebabkan longsor perbukitan dan materialnya meluncur menuruni lereng.

“Longsor lalu menimbun sekira 30 rumah kampung adat bagian bawahnya. BPBD Kabupaten bersama TNI, Polri, Basarnas, aparat setempat, relawan dan masyarakat melakukan evakuasi, pencarian dan penyelamatan korban. Pendataan masih dilakukan untuk memastikan jumlah korban dan rumah tertimbun longsor,” ujar Sutopo dalam siaran persnya.

Akses jalan menuju lokasi longsor cukup sulit. Jalanan yang terjal, berbatu dan ditambah hujan menyulitkan tim untuk melakukan evakuasi. Posko BNPB terus memantau penanganan bencana dan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi dan BPBD Provinsi Jawa Barat. (FW)

Kang Oni
AUTHOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *