fbpx

Kongres Tahunan PSSI Putuskan 7 Poin Penting

Kongres Tahunan PSSI Putuskan 7 Poin Penting

Polemik di tubuh PSSI berujung pengunduran diri Ketua Umum, Edi Rahmayadi.

7 Poin Penting Hasil Kongres PSSI, Salah Satunya Terkait Pengaturan Skor

Konten.co.id – Keputusan berani diambil mantan Ketua Umum PSSI Edi Rahmayadi dalam Kongres Tahunan PSSI 2019. Edi menyatakan mundur dari jabatannya dengan alasan demi kebaikan PSSI ke depan.

Selain mundurnya Edi, masih banyak kejutan dalam kongres PSSI kali ini. Sebelumnya, beredar surat mosi tak percaya kepada Ketum Edi Rahmayadi. Sehingga mendesak Edi mundur dari jabatannya.

Jalannya kongres begitu dinamis, pada kesempatan itu dilakukan voting untuk memilih pelaksana tugas ketua umum. Pada kesempatan itu, voter mayoritas mendukung Joko Driyono menjabat Plt Ketua Umum PSSI.

Lantas anggota yang hadir pun mendorong agar dibentuk Komite Ad Hoc integrity. Hasilnya Ahmad Riyadh dipilih sebagai komite Ad Hoc.

“Alhamdulilah Kongres Tahunan PSSI 2019 telah selesai dilaksanakan. Saya dipercaya menjadi Plt Ketua Umum sebagaimana statuta,” kata Joko Driyono dalam jumpa pers, Minggu (20/1/2019) di Hotel Nusa Dua Bali.

Pasca Edi Rahmayadi mengundurkan diri. Ahmad Riyadh dipilih sebagai komite Ad Hoc.

Secara keseluruhan, Kongres PSSI 2019 menghasilkan sejumlah poin penting. Selain pengunduran diri Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum, ada beberapa keputusan yang terkait dengan upaya pembenahan PSSI ke depan. Juga masalah pengaturan skor.

Berikut hasil Kongres Tahunan PSSI 2019:

1. Kongres setuju dengan laporan aktivitas dan laporan keuangan PSSI.

2. Kongres mendengarkan paparan progam PSSI 2019 sekaligus anggarannya.

3. Pencapaian LIB dan FFI untuk aktivitas 2018 maupun program 2018.

4. Keputusan Exco terbentuknya Komite Ad Hoc. Dari sisi struktur dipimpin Ahmad Riyadh dan Azwan Karim dalam waktu seminggu ke depan akan ada lima anggota.

BACA JUGA: Demo di Arena Kongres PSSI, Suporter Minta Jokdri Cs Mundur

5. Tugas fokus jaga integritas sepak bola dan dinamika saat ini untuk memerangi pengaturan skor.

6. Kongres menyetujui terbentuknya lembaga independen terkait dengan wasit profesional Liga 1 dan Liga 2.

7. Exco ingin pada 2019 menyatukan tekad kembali karena tantangannya tak mudah.

Menanggapi keputusan Kongres PSSI 2019, pemerhati sepak bola, Akmal Marhali, mengapresiasi langkah yang telah ditentukan Edi Rahmayadi. Menurutnya, langkah itu jadi contoh baik bagi sepak bola Indonesia.

“Edy lebih memilih fokus terhadap jabatannya sebagai Gubernur Sumut. Ini patut diapresiasi dan dicontoh oleh pengurus lainnya. Jangan sampai ada rangkap jabatan dalam kepengurusan PSSI,” kata dia, Senin (21/1/2019).

Menurut Akmal, kini PSSI membutuhkan muka-muka baru untuk menjalankan roda sepak bola di Indonesia. Jangan sampai, kata dia, ketuanya baru tapi orang-orang di dalamnya itu-itu saja. 

Manajer Klub PSCS Cilacap, Bambang Tujianto mengharapkan, hasil Kongres PSSI 2019 menjadi titik balik untuk yang lebih baik ke depan. Ia berharap, Ketum baru bisa menyelesaikan semua persoalan PSSI dan menjadikan PSSI yang lebih baik. (MHI)***

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video