Jembatan Penghubung Banyuresmi-Karangpawitan Segera Dibangun

Jembatan Penghubung Banyuresmi-Karangpawitan Segera Dibangun

Tahun ini jembatan semi permanen akan dibangun Pemkab Garut untuk memudahkan warga di dua perbatasan kecamatan untuk menyebrang Sungai Cimanuk.

Siswa Gunakan Rakit ke Sekolah, Bupati Garut Segera Bangun Jembatan

Konten.co.id (Garut) – Harapan belasan Murid MI Nurul Huda untuk tak lagi menggunakan rakit untuk menyebrang Sungai Cimanuk segera terwujud. Pemkab Garut, Jawa Barat menjanjikan pembangunan jembatan di tahun ini.

Janji tersebut disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan saat meninjau langsung kondisi rakit di perbatasan Kecamatan Karangpawitan dan Banyuresmi.

Sejumlah siswa sekolah menyebrangi Sungai Cimanuk di perbatasan Kecamatan Banyuresmi dan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (29/1/2019).
Sejumlah siswa sekolah menyebrangi Sungai Cimanuk di perbatasan Kecamatan Banyuresmi dan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (29/1/2019).

Dari hasil peninjauan, Pemkab akan melakukan kajian. Dalam seminggu ini akan ditentukan bentuk jembatan yang akan dibangun.

Rudy mengaku sangat prihatin dengan tak tersedianya jembatan di Kampung Pananggungan, Kelurahan Lengkong Jaya, Karangpawitan dengan Kampung Tegalkalapa, Desa Sukasenang, Kecamatan Banyuresmi.

“Mau tak mau harus dilakukan (pembangunan jembatan). Walau hanya belasan anak yang menyebrang,” ucap Rudy, Selasa (29/1/2019).

Dari hasil peninjauan, Pemkab akan melakukan kajian. Dalam seminggu ini akan ditentukan bentuk jembatan yang akan dibangun.

Jika tak dibangun jembatan, Rudy menyebut akan menjadi masalah di kemudian hari. Menurutnya, di zaman modern ini sudah tak boleh ada rakit yang dipakai warga untuk akses transportasi.

“Akses harus dibuka. Apalagi ada perumahan (rumah tapak korban banjir bandang) di Pananggungan. Kalau perlu dibangun jembatan yang bisa masuk mobil selebar 2,5 meter,” katanya.

“Apakah hanya jembatan rawayan atau jembatan yang lebih besar lagi. Kalau rawayan hanya bertahan tiga tahun. Jembatan biasa bisa 20 tahun,” ucapnya.

Jembatan akan dibangun pada bulan September. Dengan menggunakan anggaran perubahan.

“Saya sudah komitmen di 2023, tak ada rakit lagi. Semua harus pakai jembatan,” katanya.

Janji bupati itu disambut bahagia para murid yang sering menyebrang dengan rakit. Harapan Muhammad Dafa (11) dan teman-temannya bisa terwujud. Apalagi selama lima tahun, Dafa setiap hari menggunakan rakit untuk menyebrang.

“Nanti kalau ada jembatan bisa pakai sepeda ke sekolah. Sepatu enggak akan basah lagi,” ujar Dafa.

Jika hujan deras terjadi, Dafa tak harus memutar jalan yang berjarak hingga tiga kilometer. Adanya jembatan akan mempercepat akses jalan menuju sekolah dari rumahnya di Pananggungan.

“Takut juga kalau naik rakit terus. Apalagi kalau air lagi tinggi,” katanya. (FW)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *