Iip Bingung, Uang Rp 19 Juta di Bank BNI Raib

Iip Bingung, Uang Rp 19 Juta di Bank BNI Raib

Menabung jadi pilihan untuk menyimpan uang dengan aman. Namun apa jadinya jika uang yang ditabung hilang tiba-tiba.

Uang Belasan Juta Rupiah di Rekening BNI Hilang

Konten.co.id (Garut) – Uang belasan juta rupiah yang disimpan Iip di Bank BNI cabang Garut raib. Sejak 2017, Iip menabung karena merasa keamanan di bank yang terjamin.

Iip yang bekerja sebagai PNS Polri dan bertugas di Samsat Garut mengaku, uang remunerasi yang didapatnya tidak pernah diambil di bank BNI. Ia memang sudah sepakat dengan keluarganya untuk menyimpan uang tersebut.

“Saya sudah sepakat sama keluarga, uang remun yang saya dapat melalui bank BNI tidak akan diambil. Mau dipakai untuk keperluan anak dan Umroh,” kata Iip, Selasa (22/1/2019).

Saya percaya terhadap bank, jadi tidak pernah mengecek saldo di bank tersebut.

Awal tahun 2019, ia memeriksa saldo melalui teller bank BNI. Namun ia kaget saat melihat saldo yang tersisa tinggal Rp 19 juta. Padahal seharusnya saldo di rekeningnya sebesar Rp 38 juta.

Selama menabung, Iip merasa tidak pernah mengambil uang dari rekeningnya. Ia langsung meminta rekening koran ke pihak BNI. Ternyata dari tahun 2018 ada beberapa penarikan melalui ATM.

“Saya kaget karena uang berkurang banyak. Lalu saya cek melalui rekening koran dan uang yang selama ini saya simpan ada yang ngambil, tidak tahu oleh siapa,” ucapnya.

Selain penarikan, ada juga uang yang ditransfer ke bank lain. Padahal ATM yang dibagikan bagian keuangan Polres Garut masih tersimpan olehnya dan belum pernah digunakan.

“Nomor pin juga masih tetap pin awal. Saya sudah buat pengaduan ke pihak bank dan juga melaporkan kepada kepolisian untuk ditindak lanjut,” ujarnya.

Pimpinan bidang pelayanan nasabah BNI cabang Garut, Lina, membenarkan ada nasabah yang datang melakukan pengaduan terkait hilangnya sebagian uang di rekening.

“Setelah ada pengaduan dari nasabah, kami mengumpulkan data. Hasil data sementara pengambilan uang dilakukan di ATM dengan menggunakan kartu ATM yang sama. Kami sudah melihat CCTV, ternyata yang mengambil berjenis kelamin laki-laki,” kata Lina saat dikonfirmasi.

Sampai saat ini pihak BNI terus melakukan pengumpulan data. Sebab hasil CCTV tidak begitu jelas.

Lina menyesalkan kartu ATM tidak dipegang oleh nasabah. Padahal ATM sudah menjadi tanggung jawab nasabah. (AWIS)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *