fbpx

Eli Bingung Kerjakan Tender Rp 2 Miliar dari Jokowi

Eli Bingung Kerjakan Tender Rp 2 Miliar dari Jokowi

Bisa jadi orang kaya baru hanya dengan memproduksi sabun cuci piring. Apalagi sabunnya dipesan langsung oleh Presiden Joko Widodo hingga 100 ribu botol.

Presiden Pesan 100 Ribu Sabun Cuci Piring ke Warga Garut

Konten.co.id (Garut).- Tak disangka-sangka, warga Kampung Cibitung, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Garut, Jawa Barat ini mendapat tender sebesar Rp 2 miliar. Bukan orang sembarangan yang memberi pesanan. Namun berasal dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Saat menghadiri penyaluran dana Program Keluarga Harapan (PKH) di Gedung Serbaguna Mandala, Garut, Jokowi menyempatkan meninjau sejumlah stand. Salah satunya stand milik Eli Liawati (37) yang menjual sabun cuci piring.

Tak tanggung, Jokowi memesan 100 ribu botol sabun cuci piring kepada Eli. Ia pun kaget bukan kepalang. Padahal usaha yang dirintisnya bersama Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Padawangi itu baru dirintis selama dua bulan.

Meski senang mendapat order hingga Rp 2 miliar, Eli merasa bingung. Pasalnya Jokowi memberikan tenggat waktu hingga akhir Februari untuk menyelesaikan pesanan tersebut. Uang muka Rp 10 juta sudah kontan diterima Eli saat Jokowi memesan pada Sabtu (19/1/2019).

Kini Eli menghadapi kendala produksi. Pasalnya ia membuat sabun cuci piring yang dilabeli KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Padawangi itu secara manual.

“Kemarin orangnya pak Presiden sudah datang ke rumah. Kasih uang lagi Rp 90 juta. Jadi totalnya sudah Rp 100 juta,” ujar Eli di rumahnya, Senin (21/1/2019).

Eli menghitung dibutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar untuk memproduksi 100 ribu botol sabun. Setiap botol sabun, membutuhkan modal sekitar Rp 10 ribu.

Desain dan kemasan sabun juga masih kendala. Selama ini botol berisi satu liter sabun itu dijual alakadarnya.

“Satu botol saya jual Rp 20 ribu. Niatnya dijual di kecamatan saja ke KPM yang lain,” katanya.

Staf Presiden juga meminta Eli agar tak terbebani target yang diberikan. Kini Eli tengah mencari alat untuk membantu produksi sabun. Seperti mixer, toren, dan selang.

“Sekarang masih manual bikinnya. Cuma modal ember dan pengaduk. Buatnya manual terus ngaduk selama 30 menit. Setelah itu didiamkan sehari,” ucapnya.

Sabun cuci piringnya juga sempat dikomplain saat pertama kali dipasarkan karena terlalu encer. Sejumlah percobaan sudah dilakukan dan menghasilkan sabun yang sesuai keinginan. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *