Dua Kapal Tenggelam, 170 Imigran Diduga Tewas

Dua Kapal Tenggelam, 170 Imigran Diduga Tewas

Meski sudah merenggut ribuan nyawa manusia, selama pelabuhan Eropa tetap tebuka, selama itu pula kasus penyelundupan imigran menjadi ajang bisnis menggiurkan

Sebanyak 170 Imigran Tewas di Laut Mediterania

Konten.co.id (Italy).- Peristiwa karamnya dua kapal yang mengangkut ratusan imigran di laut Mediterania belum lama ini diduga merenggut korban ratusan orang. Dikutif dari BBC News hari ini, pejabat United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), menghawatirkan setidaknya sekira 170 imigran tewas dalam dua kecelakaan berbeda tersebut.

Sementara itu, Angkatan Laut Italia juga melaporkan sebuah kapal yang mengangkut 117 orang tenggelam di pantai Libya. Selain itu, pemerintah Maroko dan Spanyol berusaha menemukan kapal yang hilang di Mediterania barat.

Badan pengungsi PBB sendiri belum dapat memverifikasi jumlah korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, lebih dari 2.200 orang kehilangan nyawa saat mencoba menyeberangi Mediterania pada tahun 2018.

“Kami tidak bisa menutup mata terhadap banyaknya orang yang sekarat di ambang pintu Eropa,” kata Komisaris Tinggi Pengungsi PBB, Filippo Grandi, dalam siaran pers.

Kapal pertama dilaporkan menghilang dengan 53 orang di dalamnya di Laut Alboran di ujung barat Mediterania. Satu korban selamat dirawat di Maroko setelah selama 24 jam terombang-ambing di lautan.

Upaya pencarian yang dilakukan selama beberapa hari terakhir, sampai sejauh ini belum berhasil menemukan kapal yang karam tersebut.

Sedangkan, menurut juru bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), Flavio Di Giacomo, kapal kedua yang merupakan sebuah sampan meninggalkan Libya pada hari Sabtu waktu setempat.

Tiga orang korban selamat, memberi tahu mereka bahwa 120 orang berada di pesawat ketika mereka meninggalkan Garabulli di Libya. Laksamana Angkatan Laut Italia, Fabio Agostini, kepada penyiar RaiNews24, mengatakan, sebuah pesawat Angkatan Udara Italia menjatuhkan dua rakit ke kapal pada hari Jumat setelah melihatnya tenggelam di perairan yang ganas.

Tiga orang penumpang yang menderita hipotermia parah kini dirawat di Pulau Lampedusa, setelah diterbangkan dari perairan dengan menggunakan helikopter.

IOM mengatakan, dalam 16 hari pertama tahun 2019, sebanyak 4.216 migran telah menyeberang ke Eropa melalui jalur laut. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dari jumlah pendatang pada periode yang sama tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara Eropa termasuk Italia telah menolak menerima kaum migran masuk ke negaranya. Setelah peristiwa tersebut, Wakil Populis Italia, Matteo Salvini, menulis di laman Facebooknya : “selama pelabuhan Eropa tetap terbuka … sayangnya penyelundup akan terus melakukan bisnis dan membunuh”. (ONI)***

Kang Oni
AUTHOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *