Dorong DOB, Wagub Jabar: Kalau Perlu Demo ke Jakarta

Dorong DOB, Wagub Jabar: Kalau Perlu Demo ke Jakarta

Pemprov Jawa Barat mendorong pembentukan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB). Jumlah kabupaten/kota di Jawa Barat dinilai belum ideal.

DOB Sukabumi, Garut, dan Bogor Harus Segera Dibentuk

Konten.co.id (Bandung).- Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) menjadi solusi peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di suatu daerah. Terlebih bagi daerah yang memiliki jumlah penduduk terbanyak seperti Jawa Barat.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, menyebut pembentukan DOB di Jawa Barat tidak bisa ditawar lagi. Minimal untuk tiga daerah, yaitu Kabupaten Garut Selatan, Kabupaten Sukabumi Selatan, dan Kabupaten Bogor Barat.

“Solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, untuk meratanya pembangunan, dan juga untuk meratanya hal-hal yang lain sudah tidak bisa ditawar lagi tentang adanya DOB,” ujar Uu usai menerima kunjungan kerja Anggota DPD RI Komite I, Eni Sumarni di Gedung Sate, Bandung, Selasa (15/1/2019).

Minimal yang sudah didorong dari sejak awal untuk direalisasi. Enggak apa-apa tidak 12 atau 13 DOB baru juga, minimal yang tiga saja (Sukabumi Selatan, Garut Selatan, dan Bogor Barat). Itu yang sudah memenuhi dan sudah dibahas.

Apabila diperlukan, Uu menuturkan pihaknya akan melakukan demontrasi ke Jakarta.

Provinsi Jawa Barat dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia hanya memiliki daerah otonomi lebih sedikit, yakni hanya 27 kabupaten/kota.

Sementara provinsi lain yang jumlah penduduknya lebih sedikit dari Jawa Barat memiliki daerah otonomi lebih banyak.

Uu mengatakan ada beberapa kerugian bagi Jawa Barat apabila daerah otonominya tidak bertambah.

Dari sisi politik misalnya, dengan jumlah penduduk hampir 50 juta jiwa, keterwakilan masyarakat Jabar di DPR tidak akan maksimal.

“Artinya lebih banyak provinsi lain anggota DPR RI-nya, anggota DPD RI-nya dibandingkan dengan kita yang jumlah penduduknya lebih banyak,” ucap Uu.

Uu mendorong DPR RI dan pemerintah pusat agar segera mengeluarkan undang-undang tentang pembentukan DOB di Jawa Barat.

“Makanya saya minta persiapan saja bagi kabupaten-kabupaten yang ingin DOB,” katanya.

Anggota DPD RI Komite I yang membidangi masalah pemerintahan, Eni Sumarni menyebut bahwa dengan jumlah penduduk terbanyak dan wilayah terluas, Jawa Barat seharusnya memiliki daerah otonomi yang lebih banyak dibanding Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Akan tetapi dengan Jawa Tengah saja kita sudah kalah jumlah kabupaten/kotanya. Kita (Jawa Barat) baru 27 (kabupaten/kota), sementara di sana (Jawa Tengah) sudah 37 (kabupaten/kota), Jawa Timur sudah 42 (kabupaten/kota), posisinya jauh sekali,” ucap Eni.

Menurut Eni, hal tersebut berdampak pada distribusi Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dari Pemerintah Pusat ke Provinsi Jawa Barat. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pun akan lebih rendah.

“Makanya kita dengan visi misi Gubernur Jawa Barat dimana DOB ini sudah masuk dalam kinerja (Indikator Kinerja Utama). Kita sangat apresiasi,” ucapnya.

Eni pun mendukung langkah Pemprov Jawa Barat untuk membentuk DOB. Terlebih dengan adanya DOB baru akan ada kendali lebih terhadap akses pelayanan publik.

“Kendali pelayanan publik di Jawa Barat perlu sekali ditingkatkan. Sudah krusial sekali apalagi tiga (kabupaten) tadi, Kabupaten Bogor, Garut, Sukabumi sudah crowded sekali, bahkan ada (jumlah penduduk) yang seharusnya dalam satu provinsi tapi di kita satu kabupaten,” ujarnya. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *