DKM dan Yayasan di Garut Target Tabloid Indonesia Barokah

DKM dan Yayasan di Garut Target Tabloid Indonesia Barokah

Setelah tersebar di Tasikmalaya, Tabloid Indonesia Barokah kini juga ditemukan di Garut. Penerima tabloid tak mengetahui siapa pengirimnya.

Bawaslu Garut Data Penyebaran Tabloid Indonesia Barokah

Konten.co.id (Garut) – Tabloid Indonesia Barokah telah menyebar ke 21 kecamatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Peredaran tabloid itu pertama kali ditemukan pada 18 Januari 2019 di Kecamatan Cilawu dan Malangbong.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Garut, Iim Imron, mengatakan hingga Kamis (24/1/2019) pihaknya terus menerima laporan beredarnya Tabloid Indonesia Barokah. Di Garut, tabloid itu disebarkan ke setiap Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan yayasan.

“Terakhir tadi malam ada laporan dari Cikelet dan Garut Kota (peredaran tabloid). Sudah kami minta agar tak disebarkan dulu,” ucap Iim di Kantor Bawaslu Garut, Jalan Pramuka, Jumat (25/1/2019).

Semua alamat pengirim tabloid berasal dari wilayah Bekasi. Namun dari hasil penelusuran Bawaslu Bekasi, alamat pengirim tersebut fiktif.

“Tabloid juga tidak semua dikirim ke alamat tujuan. Ada juga yang sama pihak Kantor Pos dititipkan ke kantor desa atau kecamatan,” katanya.

Seperti di Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, tabloid tersebut dititipkan ke kantor kelurahan. Menurut Iim, mulanya pegawai kelurahan tak akan curiga. Pasalnya tabloid tersebut dibungkus oleh amplop berwarna coklat.

“Pihak DKM atau yayasan yang dikirim tabloid tidak tahu soal tabloid atau pengirimnya. Ini juga sedang ditelusuri oleh Bawaslu Jabar. Soalnya di Jabar merata penyebarannya,” ujarnya.

Dari 10 kecamatan di Garut, Iim menyebut total sudah ada 1.033 eksemplar tabloid. Setiap amplop berisi tiga tabloid.

“Kemungkinan ada juga yang tidak terdeteksi oleh kami. Soalnya banyak juga yang langsung ditujukan ke setiap DKM dan yayasan. Tapi yang ada di desa atau kecamatan kami minta tahan dulu,” katanya.

Tabloid setebal 16 halaman itu sekilas seperti media cetak pada umumnya. Hanya saja, isi tabloid yang banyak membahas soal calon presiden itu kurang berimbang. Contohnya artikel yang berjudul ‘Prabowo Marah Media Dibelah’ dan ‘Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?’.

Di Jawa Barat, tabloid itu pertama kali ditemukan di Kabupaten Kuningan. Setelah itu, sejumlah daerah melaporkan peredaran tabloid itu seperti Tasikmalaya hingga Kabupaten Bandung.

“Sekarang belum ada keputusan dari Bawaslu Jabar soal tabloid ini. Kalau sudah dilarang tentu akan ditarik. Tapi sekarang kami data dulu saja,” ucapnya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Fadli Zon menyebut isi Tabloid Indonesia Barokah merugikan pasangan calon presiden (Capres) nomor 02. Aparat penegak hukum diminta untuk mengusut peredaran tabloid tersebut.

“Detailnya kami belum baca. Cuma dapat info katanya merugikan kami (pasangan Prabowo-Sandiaga),” ujar Fadli saat menghadiri deklarasi rumah bersama Priangan Timur di Alun-alun Limbangan, Kamis (24/1/2019).

Aparat penegak hukum harus mengusut tuntas siapa penyebar tabloid itu. Jika terbukti merugikan, pihaknya akan melaporkan secara hukum. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *