Dipanggil Polda, Ini Postingan Rocky di Instagram

Dipanggil Polda, Ini Postingan Rocky di Instagram

Pemanggilan Rocky oleh kepolisian ditanggapi Wakil Ketua DPR RI.

Polda Metro Jaya Minta Klarifikasi Ucapan Rocky di ILC Terkait ‘Kitab Suci Itu Fiksi’

Konten.co.id (Jakarta) – Rocky Gerung dipanggil Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Pemanggilan Rocky dijadwalkan kamis (31/1/2019) untuk klarifikasi terkait ujarannya mengenai ‘kitab suci itu fiksi’ yang dilaporkan oleh Sekjen Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian.

Hal itu berdasarkan foto surat panggilan klarifikasi dari Polda Metro Jaya bernomor B/741/I/RES.2.5/2019/Ditreskrimsus yang menyebar di media sosial.

Pascapelaporan, panggilan Rocky oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya merupakan panggilan pertamanya dalam kasus tersebut.

“Iya betul, pemanggilannya untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebagaimana dilansir detikcom, Rabu (30/1/2019).

fadlizon-berkomentar-tentang-diperiksanya-rocky-gerung
Tweet Fadli Zon mengomentari pemanggilan Rocky Gerung oleh Polda Metro Jaya.

Pascapelaporan, panggilan Rocky oleh Ditreskrimsus Polda Metro Jaya merupakan panggilan pertamanya dalam kasus tersebut.

Jack melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Polri, Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, pada 16 April 2018. Dengan nomor laporan LP/512/IV/2018/Bareskrim.

Laporan yang dilayangkan Jack ini terkait pernyataan Rocky Gerung yang mengatakan ‘kitab suci itu fiksi’ dalam program Indonesia Lawyers Club (ILC) di TVOne.

Ahli filsafat itu disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Jack menilai, apa yang dikatakan Rocky Gerung mengarah pada penistaan terhadap agama dan menyinggung soal keberadaan tuhan dan nabinya. Menurutnya, kitab suci yang disebut Rocky Gerung merujuk pada Alquran, kitab Taurat, dan sebagainya.

“Kitab suci dibilang fiksi, kalau dibuat ejaan di KBBI itu sudah jelas, kitab suci itu merujuk pada Alquran, Injil, Taurat, dan lain-lain, dan fiksi itu rekaan, khayalan. Berarti, kalau di saya sebagai orang Kristen, Nabi Isa itu fiksi, dong, atau mungkin untuk umat lain, untuk Islam, Muhammad itu fiksi dong, biarlah berfokus di situ,” ujar mantan relawan Ahok ini.

Pemanggilan Rocky oleh kepolisian mendapat kritik dari beberapa pihak. Di antaranya Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon yang menilai upaya tersebut merupakan bentuk diskriminasi dan kriminalisasi demokrasi.

Dalam tweetnya, Fadli berujar, “Jelas pemeriksaan @rockygerung ini bentuk diskriminasi n kriminalisasi demokrasi. Kelihatannya elektabilitas petahana sdh benar2 mangkrak maka dicari jalan liar mengebiri demokrasi n menakut2i org2 kritis berakal sehat. #lawanrezimotoriter.”

Sementara itu, Rocky dalam postingan instagramnya pada hari yang sama ketika keluar surat pemanggilan dari epolisian mengatakan “Adil itu tidak berhenti di tengah. Melainkan menemukan yang tersingkir.” (ME)

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *