Dihadang Pemuda Masjid, Kader PDIP Ricuh di Jogokariyan

Dihadang Pemuda Masjid, Kader PDIP Ricuh di Jogokariyan

Bentrok dua kelompok massa di depan Masjid Jogokarian, Yogyakarta diduga akibat suara bising kendaraan bermotor dan pencopotan spanduk salah satu calon presiden.

Ricuh di Depan Masjid Jogokariyan Dipicu Suara Motor Bising dan Pencopotan Spanduk

Konten.co.id (Yogyakarta).– Kericuhan di depan Masjid Jogokariyan, Yogyakarta, terjadi antara pemuda Masjid Jogokarian dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Peristiwa itu terjadi saat kader PDIP melintas di halaman Masjid Jogokarian kemudian mencopot sejumlah spanduk dan memainkan gas sepeda motor yang menimbulkan kebisingan.

Sempat terjadi ketegangan dalam bentrokan massa tersebut, namun petugas Babinsa dan Polsek Matrijerun berhasil meredam. Bahkan jalur dialog untuk mendamaikan kedua kubu berhasil dilakukan.

Sesepuh Masjid Jogokariyan, Muhammad Jazir mengatakan, sejak siang kader PDIP sudah bersliweran di kawasan Jogokariyan. Mereka berdatangan dari berbagai arah untuk menghadiri acara deklarasi Jogja dukung Jokowi-Ma’ruf di Stadion Mandala Krida.

Sebenarnya, kata dia, sejak tahun 1999 sudah ada kesepakatan dari Polda DIY massa PDIP dilarang konvoi di area Jogokariyan. Ia heran, kenapa sekarang mereka dibebaskan.

“Massa PDIP dengan PPP memang tak pernah akur. Sehingga ada kesepakatan pembagian zona. Ada zona hijau ada zona merah. Kenapa sekarang mereka bisa masuk ke zona hijau,” ujar Jazir, Senin (28/1/2019).

Meski sempat terjadi kericuhan, Jazir mengaku tak akan melakukan pelaporan. Pasalnya, pihaknya menjadi korban penyerangan. Selain itu, kata dia, mediasi telah dilakukan dengan melibatkan unsur musyawarah pimpinan kecamatan.

Dilansir dari beritasatu.com, Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat menjelaskan bentrokan itu di-framing seakan-akan massa PDI Perjuangan menyerang masjid. Berdasarkan laporan ke pihaknya, kronologi kejadian itu dimulai dari deklarasi oleh massa PDIP di Yogyakarta, yang dilanjutkan arak-arakan. Setiba di dekat masjid lokasi bentrok, rombongan dihadang dan diolok-olok.

Masalah tambah muncul ketika di media sosial, pemberitaan seakan-akan kader PDIP menyerang masjid. Menurut Djarot, pihaknya sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pengurus partai di Yogyakarta untuk melaporkan setiap akun yang menyebarluaskan dan yang membuat berita seperti itu.

Sejak tahun 1999, sudah ada kesepakatan dari Kapolda DIY saat itu, bahwa massa PDIP di larang konvoi di area Jogokariyan, kok sekarang bisa masuk?,” sesepuh Jogokariyan, Yogyakarta, Muhammad Jazir ASP

Wakapolda DIY Brigjen Bimo Anggoro Seno mengatakan, kericuhan di Jogokariyan sudah ditangani Polisi. Pelakunya anak-anak muda usai menghadiri deklarasi dari lapang Mandala Krida.

“Rata-rata mereka anak-anak remaja masih iseng. Tidak ada maksud apa-apa. Tadi sudah diselesaikan,” kata dia.

Bimo menegaskan hanya terjadi adu mulut. Massa yang bentrok antara pemuda masjid dan massa PDIP.

“Tidak ada peristiwa pelemparan masjid persoalannya sudah diselesaikan. Jadi sudah tidak ada masalah,” kata Bimo. (MHI)***

Ahmad
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *