Demi Anak dan Adik, Bupati KBB Labrak Aturan Pemilu

Demi Anak dan Adik, Bupati KBB Labrak Aturan Pemilu

Video ajakan Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna kepada guru honorer yang telah mendapatkan kenaikan insentif diduga merupakan bentuk pelanggaran Pemilu.

Bupati Bandung Barat Diancam Hukuman Tiga Tahun Penjara

Konten.co.id – (Bandung).- Warga Bandung Raya dihebohkan dengan video yang beredar di dunia maya terkait kegiatan kampanye Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna. Dengan mengenakan seragam pegawai negeri sipil (PNS), Aa Umbara mengajak guru honorer untuk memenangkan anak dan adiknya di pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Video itu diambil di tempat kerjanya. Saat itu, sedang dilangsungkan pertemuan antara dirinya dengan perwakilan guru honorer. Selain dirinya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Imam Santoso, nampak ikut terlibat dalam perbincangan di dalam video berdurasi 1 menit 22 detik itu.

Beredar sejak 27 Desember 2018, video itu terus mendapatkan tanggapan miring. Bahkan Forum Pemuda Jawa Barat Peduli Pemilu Bersih (FPJBPPB) telah melaporkan perbuatan Aa Umbara ke Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI).

Koordinator FPJBPPB, Auzan Hasan mengatakan, Aa Umbara telah menyalahgunakan wewenang sebagai bupati dengan mengintruksikan para guru honorer untuk memenangkan anak dan adiknya di Pileg 2019. Dalam video tersebut, Aa Umbara meminta kebijakannya terhadap para guru honorer ditukar dengan suara guru honorer untuk anaknya Rian Firmansyah dan adiknya Usep Sukarna yang menjadi caleg DPR RI dan DPRD Jabar dari Partai Nasdem.

“Video ini telah banyak diketahui publik, hingga membuat sebagian besar masyarakat di Bandung Barat merasa geram atas pernyataan ini,” kata Koordinator FPJBPPB Auzan Hasan, dalam keterangannya yang diterima BandungKita.id, Minggu (6/1/2019).

Hal itu, tambah Auzan, menjadi bukti atas dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh Bupati Bandung Barat yang juga berasal dari Partai Nasdem tersebut. Oleh karena itu, mereka melaporkan Aa Umbara ke Bawaslu RI karena khawatir penanganan kasus dugaan kampanye Aa Umbara itu tak diusut serius oleh Bawaslu KBB.

Bupati diduga melakukan pelanggaran sebagaimana termaktub dalam Pasal 547 Undang-Undang No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Yang berbunyi setiap pejabat negara yang dengan sengaja membuat keputusan dan atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye, dipidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp36 juta.

Menanggapi beredarnya video tersebut, Bupati Kabupaten Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, membenarkan video viral yang berisikan tayangan dirinya sedang mengenakan seragam coklat aparatur sipil negara. Menurut Aa Umbara, video itu diambil di kantornya, di sela pertemuan dengan perwakilan guru honorer. 

Meski begitu, Aa Umbara menyangkal telah mengarahkan guru honorer untuk menyukseskan pencalonan anak dan adiknya di Pileg 2019. Menurutnya, pernyataannya itu dilontarkan dalam forum santai yang diselingi guyonan.

“Saat itu ngobrol-ngobrol santai. Tapi saya tau siapa yang mengambil videonya,” kata Aa Umbara.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung Barat, Cecep Rahmat Nugraha, mengaku telah menerima laporan pelanggaran Pemilu oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat. Pihaknya harus melakukan kajian awal sebelum memutuskan untuk meregister laporan itu.

Menurut dia, syarat formil dan materil bukan hanya diperlukan untuk menentukan pasal yang disangkakan, tetapi juga untuk menentukan suatu laporan bisa diregister atau tidak. Jika syarat tersebut tak terpenuhi, kata dia, otomatis laporan tidak akan dilanjutkan ke tahap penyelidikan.

Cecep mengaku, laporan pelanggaran Pemilu yang dilakukan oleh Aa Umbara bukan kali ini saja. Sebelumnya, Aa Umbara pernah dilaporkan diduga mengampanyekan anak dan adiknya dalam acara kedinasan di Cisarua.

“Kalau hanya video yang dijadikan alat bukti, itu masih kurang. Kita masih butuh saksi. Saksi yang bisa menguatkan pun tidak cukup satu orang. Jadi sampai saat ini pelanggaran yang dilakukan Aa Umbara tidak memnuhi unsur pelanggaran,” kata dia. (MHI)***

Bupati Bandung Barat saat mengajak guru honorer untuk memenangkan anak dan adiknya di Pemilu 2019.lu.

Denis Septianda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *