Debat Capres 2019 Jadi Tema ILC Malam Nanti

Debat Capres 2019 Jadi Tema ILC Malam Nanti

Debat Capres 2019 masih menjadi polemik publik karena ada kebijakan bocoran kisi-kisi pertanyaan. Sehingga, program ILC TV One mengangkat tema Debat Capress 2019: Menguji Netralitas KPU.

Netralitas KPU di Uji Dalam Forum ILC TV One

Konten.co.id – Program Indonesia Lowyer Club (ILC) yang ditayangkan TV One kerap dinantikan oleh jutaan mata penggemarnya. Menyajikan berbagai isu menarik yang sedang menjadi sorotan publik, program ini menghadirkan orang yang berkompeten untuk menjawab semua persoalan yang sedang berkembang. 

Program ILC malam nanti, Selasa (8/1/2019) akan membahas tema “Debat Capress 2019: Menguji Netralitas KPU”. Program ILC akan disiarkan langsung oleh TV One.

Karni Ilyas sebagai pembawa acara mengumumkan tema debat melalui akun Twetternya @karniilyas menuliskan, Dear Pecinta ILC: Diskusi kita Selasa, pkl 20.00, besok malam berjudul “Debat Capres 2019: Menguji Netralitas KPU” Selamat menyaksikan.

Ribuan follower Karni Ilyas langsung memberikan berbagai tanggapan terkait tema yang akan diangkat pada ILC malam nanti. Akun @engkongsuroboyo menuliskan Oww kirain menguji 7 kontener tercoblos bro…yah gak seruuu. Akun lainnya @Jostayeshadewi menuliskan saran sya bang karni undang bang @Fahrihamzah …biar lebih dahsyat debat nya..karena beliau orang nya berani tegas dan limu politik ga usah ditanyakn.

Terkait tema yang akan diangkat program ILC TVone, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menyebut debat calon presiden dan wakil presiden bukan seperti ulangan. Hal ini sebagai jawaban atas kontroversi pengiriman materi pertanyaan debat kepada setiap paslon.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkapkan, debat tersebut bertujuan memberikan kesempatan bagi para calon untuk meyakinkan pemilih dengan visi misi dan program. Hal inilah menjadi tolak ukur bagi masyarakat menentukan pilihannya.

Menurut dia, perdebatan soal bocoran pertanyaan kepada paslon mesti dihentikan. Baginya, memikirkan nasib negara ke depan lebih baik dilakukan melalui pemilu.

(Debat) ini bukan seperti ulangan. Ini yang diminta adalah bukan sekedar menjawab satu tambah satu sama dengan dua, bukan begitu. Tapi logika untuk merangkai, menjelaskan sebetulnya Indonesia ke depan bagaimana,” Ketua KPU RI, Arief Budiman.

“Ini jadi referensi pemilih, visi misi dan program. Jadi nanti mereka menggunakan referensi itu makanya harus dijawab dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Erick Thohir, mengatakan pihaknya akan menyiapkan tim debat yang positif untuk debat capres-cawapres 17 Januari 2019. Pihaknya tidak memilih tim debat yang mendiskreditkan pihak lain.

Tim debat positif disiapkan karena Erick yakin rakyat Indonesia bukan tipe pemilih pemimpin yang emosional dan keras.

Terpisah, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sepakat kisi-kisi pertanyaan debat capres-cawapres dibocorkan. Sebab, para capres-cawapres tetap tidak tahu pertanyaan apa yang akan muncul meski ada bocoran.

“Kami bersepakat (ada bocoran pertanyaan), tidak ada masalah dengan itu. Resmi dari BPN, pernyataan resmi dari saya,” kata Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak, kepada wartawan di media center, Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (7/1/2019).

Dahnil lalu menjelaskan soal bocoran pertanyaan itu. Menurutnya, ada 30 pertanyaan yang dibuat oleh seluruh panelis.

“Jadi ada enam panelis. Enam panelis itu masing-masing bikin lima pertanyaan. Ada 30 pertanyaan, 30 pertanyaan itu, seminggu sebelum debat dikirim ke masing-masing capres,” ucap Dahnil.

Saat acara debat, moderator akan mengundi pertanyaan untuk para calon. Dengan begitu, baik pasangan Jokowi-Ma’ruf maupun Prabowo-Sandiaga tak tahu pertanyaan apa yang akan mereka jawab. (MHI)***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *