Berkemah di Area Kemping Papandayan

Berkemah di Area Kemping Papandayan

Sempat ramai karena tiket masuknya yang mahal, Gunung Papandayan tetap menjadi objek wisata favorit di Kabupaten Garut.

Nikmati Hutan Mati dan Edelweis di Papandayan

Konten.coid, (Garut),- Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat pasti sudah dikenal di berbagai wilayah. Hutan mati dan hamparan edelweis atau bunga abadi menjadi daya tarik gunung setinggi 2.622 meter di atas permukaan laut.

Sejak tahun 2016, pengelolaan Gunung Papandayaan diambil alih oleh pihak swasta, yakni PT Astri Indah Lestari. Semenjak itu tiket masuk ke Papandayan mengalami kenaikan. Sebagian masyarakat menyebut tiket masuknya cukup mahal. Tapi kenaikan harga tiket akan sebanding dengan fasilitas di Gunung Papandayan.

Bagi yang ingin menuju Papandayan untuk pertama kali pasti akan kebingungan. Gunung tersebut masuk ke Kecamatan Cisurupan atau berjarak sekitar 24 kilometer dari Garut Kota. Jika memakai kendaraan pribadi, tinggal mengambil arah ke Cikajang. Setelah sampai di Cisurupan akan ada petunjuk menuju Gunung Papandayan.

Jika menggunakan kendaraan umum, wisatawan bisa turun di Terminal Guntur. Dari terminal ada beberapa alternatif angkutan umum menuju Papandayan. Pertama bisa menggunakan minibus dengan jurusan Terminal Guntur-Cikajang. Ongkos menggunakan minibus ini sebesar Rp 20.000.

Sedangkan pilihan kedua menggunakan elf dengan jurusan ke Cikajang, Pameungpeuk, Bungbulang, atau Singajaya. Tarif elf pun tak berbeda dengan minibus. Lama perjalanan menggunakan angkutan umum sekitar 1,5 sampai 2 jam.

Setelah sampai di Simpang Cisurupan, harus kembali beralih kendaraan. Kali ini kendaraan yang digunakan agak berbeda. Pasalnya untuk menuju Papandayan belum ada angkutan umum. Hanya ada mobil bak terbuka yang akan mengantarkan hingga menuju lokasi. Ongkosnya pun sekitar Rp 20.000.

Setibanya di gerbang masuk, petugas telah siap untuk menagih tiket masuk. Besarannya per orang sebesar Rp 30.000. Namun jika ingin kemping atau mendaki dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 35.000.

Di area Papandayan, sejumlah fasilitas bisa dinikmati pengunjung. Jika ingin melihat suasana alam dan tak mau mengeluarkan keringat, cukup naik ke menara pandang. 

Lokasinya berada di sekitar tempat parkir. Di menara pandang, kawah Papandayan dan pemandangan kota Garut bisa terlihat.

Direktur PT AIL, Tri Persada, mengatakan pihaknya kini juga menyediakan kolam air panas. Khasiat air panas dari Papandayan dipercaya bisa menyembuhkan sejumlah penyakit. Air panas tersebut mengandung belerang yang berasal dari kawah Papandayan.

“Kami juga sediakan area kemping di dekat lokasi parkir. Jadi untuk keluarga yang ingin kemping tapi malas ke Pondok Saladah bisa buka tenda di area kemping,” ucap Tri.

Sejumlah fasilitas lain seperti masjid dan toilet sudah diperbaiki pihak pengelola. Kini kondisinya jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Pengelola juga membuat toilet di lokasi kawah.

“Keamanan bagi yang akan kemping juga kami jamin. Ada keamanan yang selalu memantau,” katanya.

Hutan mati dan Pondok Saladah, disebut Tri menjadi dua objek yang diminati para pengunjung. Bahkan saat ini banyak pengunjung yang sengaja melakukan hiking ketimbang mendaki Papandayan.

“Kalau dulu banyaknya pendaki ke puncak. Tapi sekarang malah banyak keluarga yang  hiking ke hutan mati atau sekedar melihat bunga edelweis,” ujarnya.

Selain bisa membuka tenda, kini pengelola juga menyediakan beberapa penginapan. harga yang ditawarkan mulai dari Rp 700.000 sampai Rp 3.000.000. Penginapan yang paling besar bisa diisi hingga 20 orang. (FW)

Denis Septianda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *