Beda Bobotoh Persib dan Bobotoh Jokowi

Beda Bobotoh Persib dan Bobotoh Jokowi

Jelang Pilpres dukungan kepada calon presiden semakin banyak. Tak hanya dari politisi, sejumlah komunitas juga berbondong-bondong mendeklarasikan diri.

Klaim Nama Bobotoh, Empat Orang Perwakilan Dukung Jokowi-Ma’ruf

Konten.co.id (Jakarta),- Ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) jadi ajang jual beli dukungan. Sejumlah elemen masyarakat ramai-ramai mendukung salah satu calon. Tak terkecuali komunitas olahraga.

Rabu (2/1/2019), calon wakil presiden Ma’ruf Amin kedatangan tamu yang mengatasnamakan perwakilan bobotoh dan Viking Persib Club. Ada empat orang perwakilan yang menyebut sebagai bobotoh dan bertemu Ma’ruf di rumahnya, Menteng, Jakarta. Bahkan salah seorang perwakilan menanyakan kepada Ma’ruf klub sepakbola kesukaannya.

Sontak Ma’ruf menjawab, “ya Persib lah,”. Jawaban Ma’ruf entah memang menyukai klub sepakbola asal Bandung itu atau hanya menghargai pertanyaan yang dilontarkan oleh bobotoh.

Sejumlah media pun ramai-ramai memberitakan kehadiran bobotoh itu. Bahkan menyebut bobotoh mendukung pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. Berita yang beredar pun sudah jelas mengundang banyak tanggapan.

Pernyataan dukungan itu disebut perwakilan bobotoh atas perintah Ketua Viking, Heru Joko. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Heru Joko terkait kebenaran dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf. Heru Joko hingga tulisan ini diterbitkan masih berada di Jepang. Malah dirijen Viking, Yana Umar di akun instagramnya, menyebut jika Viking Persib Club tidak pernah mendukung salah satu pasangan capres-cawapres.

Dari akun instagramnya, Herjok -biasa bobotoh menyapa- memang memposting foto-foto di Jepang. Dukungan itu juga mengundang tanda tanya besar. Apakah benar seorang Herjok memerintahkan perwakilan Viking dan bobotoh untuk mendukung salah satu pasangan?

Dari foto-foto yang beredar, perwakilan bobotoh memberikan syal berwarna biru bertuliskan ‘Bobotoh Jokowi’ dan terdapat gambar garuda di ujung syal.

Terlepas dari benar dan tidak, para bobotoh nampaknya tak berkenan jika pendukung Juara Liga 2014 itu diarahkan kepada politik. Tak sedikit bobotoh yang meminta agar Herjok melakukan klarifikasi.

Mari kita kupas pengertian dari bobotoh. Kata bobotoh berasal dari bahasa Sunda dan sudah melekat dengan pendukung Persib. Dari artikel Tristan Brekele yang tayang di Kompasiana pada 20 Februari 2014 disebutkan, 

“Kata bobotoh berasal dari bahasa Sunda yang artinya pendukung, memberi dukungan, dorongan dan semangat. Jadi kata bobotoh itu bukan nama organisasi ataupun perkumpulan, tapi sebutan untuk pendukung apapun itu dan kata Bobotoh tidak dapat berdiri sendiri harus ada objek didepannya. Contohnya jika kita mendukung Tyson saat bertanding tinju di ring, maka kita disebut bobotoh Tyson, pun begitu saat kita mendukung Persib saat bertanding maka kita disebut bobotoh Persib.

Namun demikian seiring berjalannya waktu istilah bobotoh menjadi semakin identik dengan pendukung Persib. Istilah ngabobotohan sudah ada sejak lama. Sejak zaman perserikatan siapapun yang mendukung Persib disebut bobotoh Persib, karena pada jaman perserikatan belum ada organisasi fans club seperti saat sekarang.” tulis Tristan dalam artikelnya.

“Dewasa ini, seiring semakin maraknya berdiri kelompok suporter seperti Viking, Bombers dan lain-lain ada yang perlu diluruskan mengenai sebutan bobotoh. Orang awam banyak yang mengira bahwa setiap bobotoh merupakan anggota Viking atau Bomber Fans Club. Padahal tidak demikian, justru kebalikannya. Setiap anggota Viking atau Bomber pasti bobotoh, akan tetapi yang namanya bobotoh belum tentu anggota Viking atau Bomber Fans Club”.

Dari istilah itu tentu saja banyak bobotoh yang merasa kecewa karena dikaitkan dengan dukungan politik. Walau tak ada hak cipta, kata bobotoh sudah mendarah daging bagi pendukung Persib.

Jadi jika ada istilah ‘baru’ bobotoh Jokowi, tentunya mengartikan semua pendukung Persib pro kepada calon petahana itu. Padahal belum tentu semua bobotoh mendukung calon tersebut.

Namun jika hanya membawa salah satu nama pendukung seperti Viking yang diklaim perwakilan tersebut, tak terlalu masalah. Walau banyak yang menyayangkan organisasi bobotoh terbesar itu malah terjun ke dunia politik. Massa yang banyak dimanfaatkan segelintir orang untuk meraup keuntungan di dunia politik.

Meski sebenarnya tak terlalu salah jika ada istilah bobotoh Jokowi. Dalam bahasa Sunda bisa diterjemahkan sebagai pendukung Jokowi. Namun karena sudah melekat dan sulit untuk dihindari, kata bobotoh memang hanya pantas dipakai untuk orang yang mendukung Persib Bandung. (FW)

Denis Septianda
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *