Asal Usul Merauke Hingga Semboyan Daerah di Papua

Asal Usul Merauke Hingga Semboyan Daerah di Papua

Papua jadi salah satu daerah di Indonesia yang punya ragam bahasa. Keunikan bahasa pun dijadikan moto bagi setiap wilayah.

Lima Moto Dari Bahasa Daerah Papua

Konten.co.id (Papua).- Bukan hanya kaya dengan alamnya, Papua juga memiliki ragam budaya dan bahasa. Mulai dari Sorong hingga Merauke di ujung timur, terdapat lebih 300 bahasa daerah yang digunakan.

Di setiap kampung meski berada di satu kabupaten, warga Papua memiliki perbedaan bahasa. Ada beberapa kata yang sedikit mirip antara satu daerah dengan daerah lain. Terdapat juga bahasa yang tidak memiliki persamaan.

Perbedaan bahasa itu dimanfaatkan pemerintah setempat untuk menuliskan moto daerahnya. Berikut Konten.co.id lansir dari Harianpapua.com lima bahasa daerah yang dijadikan semboyan.

1. Yogotak Hubuluk Mutuk Hanorogo

Moto tersebut memiliki arti hari esok harus lebih baik dari hari ini. Moto tersebut cukup sederhana namun mewakili Kabupaten Jayawijaya.

Wilayah tersebut berada di pegunungan Papua. Dengan moto Yogotak Hubuluk Mutuk Hanorogo, Jayawijaya terus berkembang dan berbenah di pendidikan, kesehatan, dan sumber daya manusia.

2. Izakod Bekai Izakod Kai

Satu hati satu tujuan merupakan semboyan dari Merauke. Saat masa penjajahan Belanda, para tentata menyusuri Sungai Maro dan bertemu Suku Marind, suku asli Merauke.

Saat itu, Suku Marind menjelaskan kepada tentara Belanda nama sungai yang ditelusuri itu. 

Warga Suku Marind lalu menyebut dengan sebutan Maro-Ka-Ahe yang artinya ini Sungai Maro. Belanda akhirnya memberi nama wilayah tersebut Merauke. 

Mengenang peristiwa datangnya bangsa asing yang turut membangun Merauke, dibangun sebuah tugu.

Dalam tugu itu terdapat replika Suku Marind bersama seorang pendatang sedang bersama-sama memegang sebuah hati, sebagai gambaran satu hati satu tujuan atau Izakod Bekai Izakod Kai.

3. Khena Mbay Umbay

Kabupaten Jayapura juga memiliki slogan dari bahasa daerah. Khena Mbay Umbay jadi moto Pemkab Jayapura yang memiliki arti satu utuh ceria berkarya meraih kejayaan.

Saat ini pembangunan di Sentani sudah sangat pesat dan terus dilirik para investor seperti pembangunan hotel berbintang hingga pembukaan pusat perbelanjaan. 

Perekonomian masyarakat juga terus meningkat dari waktu ke waktu, yang mungkin merupakan bagian dari Khena Mbay Umbay milik Pemkab Jayapura.

4. Eme Neme Yauware

Bergeser sedikit ke Barat, tepatnya di Kabupaten Mimika. Moto Eme Neme Yauware yang berarti bersama, bersaudara kita membangun digaungkan Pemkab Mimika.

Kabupaten Mimika didiami banyak suku dengan sejarah panjang perang antar kampung yang menewaskan banyak jiwa.

Untuk itu di awal tahun 2000-an dikampanyekan moto Eme Neme Yauware. Maksudnya untuk menjelaskan kepada warga semua kampung di Mimika bahwa mereka adalah saudara.

5. Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased

Moto terakhir datang dari Kota Jayapura dengan sebutan Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased atau dalam bahasa Indonesia yakni satu hati membangun kota untuk kemuliaan tuhan. 

Moto ini belum lama digunakan karena baru ada pada pertengahan tahun 2013. Menurut Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano, selaku penggagas moto menyebut Hen Tehaci Yo Onomi T’mar Ni Hanased diambil dari penggabungan bahasa beberapa kampung di Port Numbay (Jayapura). 

Benhur yang merupakan putra asli Port Numbay menjelaskan dirinya ingin mengangkat kearifan lokal ke dalam pemerintahan Kota Jayapura yang tidak pernah ada di pemerintahan-pemerintahan sebelumnya. (FW)

Keberagaman bahasa lokal di papua.

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *