fbpx

Akibat Pembatalan Proyek Kereta, Malaysia-Tiongkok Memanas

Akibat Pembatalan Proyek Kereta, Malaysia-Tiongkok Memanas

Kedutaan Cina di Kuala Lumpur mengingatkan tentang arti persahabatan melalui sebuah lagu setelah pemerintah Malaysia membatalkan kontrak senilai $ 20 miliar.

Batalkan Proyek Senilai $ 20 Miliar, Tiongkok Ingatkan Malaysia dengan Sebuah Lagu

Konten.co.id – (Malaysia).- Proyek pembuatan kereta cepat di Malaysia terpaksa dihentikan dengan alasan kekurangan dana. Terkait batalnya kontrak tersebut, Tiongkok mengingatkan Malaysia arti persahabatan melalui sebuah lagu.

Tiongkok berharap sebuah lagu akan mengingatkan Malaysia tentang hubungan yang lebih hangat di masa lalu. Lagu itu dikeluarkan Kedutaan Cina di Kuala Lumpur di halaman Facebook-nya beberapa hari setelah proyek senilai $ 20 miliar dibatalkan.

Kedutaan Cina merilis lagu itu untuk memperingati 45 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara. Lagu itu, berjudul “Bahu Kiri” dan dinyanyikan dalam bahasa Mandarin. 

Liriknya berbicara tentang persahabatan melawan segala rintangan ketika berbicara dengan Laut Cina Selatan dan mengingatkan kedua negara bahwa mereka berbagi satu garis pantai.

“Bahu kanan saya melindungi Anda dari angin dan hujan, bahu kiri saya untuk Anda pegang,” dalam lirik lagu itu dilansir dari bloomberg.com.

Waktu rilisnya bertepatan dengan Malaysia mengakhiri proyek East Coast Rail Link dengan China Communications Construction Co, atau CCCC, sebagai kontraktor utama. CCCC mengambil langkah pada hari Kamis untuk merasionalisasi tenaga kerjanya mengikuti instruksi Kementerian Keuangan Malaysia tahun lalu untuk menangguhkan kontrak terkait.

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memberikan nada rekonsiliasi pada hari Selasa, dengan mengatakan alasan pemerintah untuk membatalkan kereta api karena kurangnya dana.

“Kami seperti yang Anda tahu terbebani dengan utang yang sangat berat,” katanya.

“Jadi kami mencari pengertian dari pihak-pihak terkait bahwa itu bukan hanya karena kami ingin membuat frustrasi atau membuang kontrak. Itu karena kami benar-benar ketat dalam hal keuangan,” kata Mahatir.

Kementerian keuangan Malaysia, kata Mahatir, akan menghitung denda yang harus dibayar untuk membatalkan kontrak.Penjelasannya akan lebih rinci. (MHI)***

Berita Lainnya :


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Aplikasi Android

Aplikasi Portal Berita Konten di Google PlayStore

Satire

Berita Pilihan

Berita Video