79% Fasilitas Kesehatan di Venezuela Tak Punya Air Bersih

79% Fasilitas Kesehatan di Venezuela Tak Punya Air Bersih

Krisis Ekonomi di negara Amerika Latin ini berdampak kepada pelayanan kesehatan. Banyak bayi meninggal karena tak mendapat perawatan baik.

Dilanda Krisis Ekonomi, Angka Kematian Bayi di Venezuela Meningkat

Konten.co.id (Venezuela) – Krisis ekonomi di Venezuela semakin bertambah parah. Dampaknya kesehatan di negara Amerika Latin itu tak diperhatikan.

Angka kematian bayi di bawah satu tahun pun meningkat. Pernyataan itu dilaporkan The Lancet Global Health yang melakukan sebuah penelitian.

Padahal sebelum dilanda krisis, negara itu telah membuat langkah signifikan untuk kelangsungan hidup bayi. Penurunan angka kematian bayi pun terus terjadi sejak 1950an.

Tren itu kini mulai berbalik sejak satu dekade lalu. Puncaknya mulai terjadi di tahun 2016. Dari hasil penelitian, kematian bayi di Venezuela mencapai 21 kematian per 1.000 kelahiran di 2016.

Di era 1990an, angka kematian bayi itu tidak pernah terjadi. Angka kematian bayi di Venezuela itu cukup tinggi. Dibanding rata-rata 15 kematian per 1000 kelahiran pada 2017 untuk Amerika Latin dan Karibia, menurut data Bank Dunia.

Tim peneliti memperkirakan kematian untuk anak di bawah satu tahun menggunakan hitungan kematian, buletin mingguan, sensus dan data survei.

Angka yang dihasilkan lebih tinggi daripada yang dilaporkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Komisi Ekonomi PBB untuk Amerika Latin dan Karibia.

Organisasi itu memperkirakan angka kematian bayi di Venezuela masing-masing 15 dan 13,8 kematian per 1.000 kelahiran.

Para peneliti berpendapat bahwa organisasi-organisasi ini terus menggunakan proyeksi tren sebelumnya tanpa adanya data resmi pemerintah. Hasil survei itu tidak memperhitungkan penurunan sosial ekonomi baru-baru ini.

Para penulis studi baru melihat gejolak di negara itu sebagai pendorong kemunduran dalam kelangsungan hidup bayi.

“Meningkatnya angka kematian bayi kemungkinan berasal dari status gizi yang semakin memburuk, jatuhnya standar hidup, dan gangguan sistem kesehatan,” catat para peneliti seperti dilansir cnn.com.

Sebuah survei pada 2018 atas 104 fasilitas kesehatan di Venezuela menunjukkan bahwa 79% tidak memiliki air yang mengalir. Seperempat unit perawatan intensif anak telah ditutup dan sebagian besar ICU melaporkan kegagalan intermiten.

Statistik resmi sulit didapat. Dalam rilis yang menyebabkan pemecatan menteri kesehatan Venezuela pada tahun 2017, kematian terkait kehamilan terbukti telah meningkat 66% dalam dua tahun sebelumnya.

Pada Juni 2016, negara tersebut menghadapi kekurangan lebih dari 80% obat-obatan yang dibutuhkan dokter, menurut statistik dari federasi farmasi Venezuela.

Organisasi dokter di Venezuela melaporkan bahwa pemerintah tidak menyediakan vaksin untuk melawan polio, difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B dan Hemophilus influenza tipe B untuk anak di bawah 5 tahun antara 2007 dan 2009.

Pada tahun 2018, Presiden Venezuela Pediatric Society mengatakan kepada sebuah surat kabar lokal bahwa vaksinasi yang tersedia untuk anak di bawah 5 tahun bahkan kurang dari 30% dari permintaan. Setidaknya 2,9 juta anak di negara itu rentan terhadap penyakit seperti difteri dan campak. (FW)

Iman Hidayat
ADMINISTRATOR
PROFILE

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *